Oknum Guru SMPN 2 Teriaki Tiga Wartawan

oleh -

RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Tiga wartawan Kota Bandung mendapat pelakuan verbal tidak menyenangkan oleh oknum guru SMPN 2 Kota Bandung. Peristiwa tersebut, terjadi saat ketiganya hendak meminta konfirmasi tekait pemeriksaan dugaan pungli yang dialami kepala sekolah dan dua orang staf tata usaha di sekolah yang berlokasi di Jalan Sumatera, Kota Bandung tersebut.

Ketiga wartawan tersebut diantaranya, Faqih Rohman S (Ayobandung), Syarif Pulloh Anwari (Tribun Jabar) dan Azzis Zulkhairil wartawan Radar Bandung (Jawa Pos Grup). Mereka mengaku merasa keberatan oleh oknum guru yang meneriaki ‘Pemuda Bangsa’ dari balik mobil mazda berwarna oranye metalik, ketika hendak keluar dari tempat parkir sekolah. “Pemuda Bangsa, punten Pemuda Bangsa,” ujar oknum guru tersebut, Selasa (19/2).

Teriakan itu pun terus terdengar hingga berulang kali, bahkan ketiganya yang semula akan menuju lokasi parkir kendaraan, memutuskan untuk kembali masuk ke dalam sekolah, guna meminta konfirmasi dari pihak sekolah.

Berdasarkan dari keterangan beberapa guru dan pegawai TU, pemilik mobil tersebut adalah Ndeu Sarimurdjiati, salah seorang guru Bahasa Indonesia.

Faqih Rohman S (Ayobandung) mengatakan, dirinya merasa keberatan dengan oknum guru tersebut, yang terkesan memberi pandangan negatif dengan tugas kerja jurnalistik. “Tidak elok seorang guru meneriaki Pemuda Bangsa, meskipun hal itu belum jelas apa maksudnya,” ujar Faqih.

Hal senada disampaikan oleh Syarif Pulloh Anwari (Tribun Jabar), yang juga merasa keberatan meskipun hal tersebut, belum diketahui apa makna teriakan oknum guru tersebut. Dirinya merasa seakan tidak menghargai penugasan dirinya sebagai Jurnalis. “Saya keberatan dengan sikap oknum tersebut, entah apa maksudnya cuma tidak mengenakan untuk didengar,” ucapnya.

Sementara, ketika Radar Bandung hendak mengkonfirmasi lebih dalam tentang hal ini, oknum guru tersebut langsung pergi bersama mobil miliknya, yang membawa tiga orang penumpang, dua orang penumpang dari balik kaca mobil tampak terlihat, salah seorang perempuan, dan penumpang lainnya yang merupakan seorang remaja yang mengenakan seragam sekolah.

(azs)