Geram Pabrik Masih Buang Limbah Sembarangan

oleh -
SIDAK : Wakil Walikota Cimahi, Ngatiyana, temukan aliran selokan yang tercemar limbah dan dipenuhi sampah. ( IST )

RADARSUMEDANG.id, CIMAHI – Meskipun belakangan masif upaya normalisasi aliran sungai dan selokan di kawasan industri dari limbah pabrik, namun masih ada aliran sungai di Kota Cimahi yang tercemar limbah cair.

Hal itu diketahui usai Wakil Walikota Cimahi, Ngatiyana, melakukan sidak ke kawasan industri tekstil Kota Cimahi, Jalan Industri, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Selasa (05/03/2019).

Dalam inspeksi tersebut, Ngatiyana mendapati satu aliran pembuangan (selokan) di samping sebuah pabrik yang berwarna hitam pekat dan berbau khas limbah pabrik.

“Mesti diakui pencemaran di aliran sungai ini masih ada bisa dilihat dari warna hitam airnya dan berbau menyengat. Apalagi di dekat sini ada permukiman warga, jadi berbahaya,” ungkap Ngatiyana saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Jalan D. Hardjakusumah.

Untuk mengatasi pencemaran, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Satgas Citarum Harum Sektor 21 untuk melakukan penelusuran sumber limbah yang dibuang.

“Pemkot menerima hasil pantauan dari Satgas Citarum Harum. Sidak tadi juga saya tidak sampai masuk ke pabriknya, mungkin akan diagendakana kedepannya,” katanya.

Tak hanya tercemar, aliran pembuangan dengan ukuran lebar lebih dari satu meter itu juga dipenuhi sedimen berupa tanah dan sampah yang sulit diurai.

“Tadi kita perintahkan beberapa petugas kebersihan untuk masuk ke aliran selokannya. Ternyata sedimennya sudah sangat tebal, mungkin lama tidak dikeruk,” jelasnya.

Petugas kecebong Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi yang terjun melakukan pengangkutan sampah dan sedimen menemukan banyak sampah berukuran besar, seperti bantal, kayu, dan plastik.

“Jadi bentuk sampahnya ini aneh-aneh, masa ada yang buang bantal dan kayu ke selokan. Kita tanya warga, mereka tidak tahu siapa yang buang, tapi banyak yang lihat itu pengendara yang lewat yang buang sampah disini,” ujarnya.

Akibat sampah di aliran selokan, dia mengaku tak heran jika di kawasan tersebut kerap terjadi banjir. Pengerukan di aliran selokan tersebut, menghasilkan sedimen yang memenuhi dua unit truk yang disiapkan.

“Kita akan terus lakukan normalisasi aliran sungai dari limbah dan sampah yang mengendap. Tahun ini kita akan fokus pembenahan drainase juga,” tegasnya.

(dan)