Perbedaan Pilihan Jangan Dijadikan Perseteruan

oleh -
MENJELASKAN : Anggota DPR RI Agung Budi Santoso, memberikan pemahaman edukasi kepemiluan di Jalan Neglasari Kota Cimahi, Selasa (12/3/2019). ( FOTO: GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG )

RADARSUMEDANG.id, CIMAHI – Anggota DPR sekaligus MPR RI Agung Budi Santoso terus memberikan edukasi pemilu kepada masyarakat. Selain menjelaskan tata cara pencoblosan, ia pun memberikan pencerahan terkait perbedaan pendapat dan pilihan, terhadap calon presiden dan wakil rakyat.

“Berbeda pilihan itu adalah hal yang wajar, karena jika tidak ada perbedaan justru pemilu tidak akan menarik. Tapi jangan sampai berlebihan hingga terjadi perseteruan antar kelompok,” kata Agung, usai melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Cimahi, kemarin.

Agung mengimbau, kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap legowo dengan hasil pemilihan nanti. Sebab, baik calon presiden dan wakil rakyat yang terpilih itu adalah kemenangan untuk Indonesia.

“Dalam Pilpres, siapapun yang nanti jadi presidennya itu adalah kemenangan kita semua. Mau pak Prabowo, mau pak Jokowi itu sama saja Indonesia yang menang,” ujarnya.

Dia mencontohkan, dalam debat yang dilaksanakan pihak penyelenggara Pemilu, masyarakat diberikan kesempatan untuk menilai sekaligus mempelajari calon yang akan dipilih. Dalam debat tersebut, masyarakat dapat memilih program yang disampaikan oleh masing-masing calon Presiden.

“Dengan begitu, masyarakat akan lebih jelas, dan tidak akan ragu lagi untuk menentukan pilihannya,” ucapnya.

Sementara itu, pada pemilihan anggota dewan, Agung mengakui, masyarakat akan sedikit kebingungan karena memiliki banyak calon dengan karakter dan latar belakang yang tentunya berbeda beda.

“Akan tetapi, samahalnya dengan pemilihan presiden, masyarakat harus teliti dalam memilih. Jangan terjebak dengan janji yang belum jelas,” tegasnya.

Dalam Pemilu kali ini, ia berupaya meningkatkan partisipasi pemilih, terlebih hingga saat ini masih ada daerah yang partisipasi pemilihnya baru mencapai 40 persen. Padahal pemilu adalah suatu kedaulatan yang diberikan pemerintah kepada rakyat untuk memilih calon-calon pemimpinnya, namun masih banyak masyarakat yang enggan menyalurkan hak pilihnya.

“Tentu saya berharap, masyarakat sadar dan bangkit serta mau menyalurkan hak suaranya agar partisipasi pemilih meningkat. Sehingga kedaulatan benar-benar dipegang oleh rakyat,” pungkasnya.

(gat)