Soal Gaji dan THR, Pemprov Jabar Sarankan Pemilik Perusahaan dan Karyawan Berunding

oleh -
ISTIMEWA : Pembagian THR PT Kahatex

BANDUNG – Pemprov Jabar meminta industri yang tetap beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Bodebek dan Bandung Raya menggelar tes masif kepada karyawannya sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

“Kita berusaha tentunya dengan bupati dan wali kota untuk menerapkan hal itu. Karena tes, paling tidak rapid test, di perusahaan sangat penting,” ujar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Daud Achmad dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (23/4/2020).

Daud mengatakan, Pemprov Jabar mendorong pemerintah pusat memberikan insentif kepada industri supaya menggelar tes masif di tempatnya masing-masing.

“Jangan sampai sebuah perusahaan industri beroperasi, walau mendapat izin dengan katakanlah ada 1000 karyawan, kalau misalnya ada 1 atau 2 orang positif ini dampaknya bisa menularkan kepada yang lain,” ucapnya.

Sejauh ini, kata Daud, belum ada instruksi bagi industri untuk menyiapkan ruang isolasi manakala ada karyawannya yang positif COVID-19.

“Yang jelas kalau ada salah satu karyawan terkena COVID-19, ini akan dilayani protokol kesehatan,” katanya.

Daud mengatakan, Pemprov Jabar untuk sementara meminta industri maupun perusahaan berunding dengan karyawan terkait gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR).

“Mengenai gaji, tidak hanya yang terkena, kita kembalikan perundingan dengan perusahaan. Kebijakan dari pusat, THR harus dibayarkan walau bisa dicicil. Industri yang tutup, kita sementara ini, kembalikan untuk berunding perusahaan dengan pekerjanya,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, Pemprov akan mengeluarkan Sertifikat Bebas COVID-19 bagi industri yang tetap beroperasi selama PSBB.

Untuk membuktikan bebas COVID-19, perusahaan harus melakukan tes masif terhadap semua karyawan. Perusahaan bisa beroperasi jika hasil tes menyatakan, tidak ada karyawannya yang terpapar COVID-19.

(ysf/radarbandung.id)

oleh