Diwarnai Walk Out, Sidik Jafar Kembali Terpilih Ketua DPD Golkar Sumedang

oleh -

Radarsumedang.id – Pimpinan Sidang Musda ke-10 DPD Partai Golkar Kabupaten resmi menetapkan Sidik Jafar kembali menjadi ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang.

Itu setelah pimpinan sidang menetapkan hasil rapat Paripurna VI dengan acara pemilihan ketua formatur DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang Masa Bakti Tahun 2020-2025.

“Saya ucapkan terima kasih pada seluruh Ketua PK, sayap partai, hasta karya, dan yang didirikan dan mendirikan dan yang telah mendukung saya untuk menjadi dipercaya kembali sebagai ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang Periode 2020-2025. Ini suatu kepercayaan yang tidak boleh disia-siakan. Sudah barang tentu saya tidak bisa berjalan sendiri, saya ingin mengajak pada seluruh potensi partai Golkar yang ada di Kabupaten Sumedang untuk sama-sama membesar sampai ke lima tahun yang akan datang,” kata Sidik Jafar saat menyampaikan keterangan persnya kepada wartawan di DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, Jalan Maskumambang Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Kamis (27/8) malam.

Dikatakan sebagai langkah awal yang akan dilakukan, dirinya ingin memperbaiki Kantor DPD Partai Golkar Sumedang. Namun lebih dari itu, di perhelatan Pemilihan Legislatif nanti Sidik Jafar menargetkan ada penambahan kursi.

“Target kedepan kita harus optimis dapat menaikan kursi lagi, dan itu tugas berat kami. Makanya harus ada kebersamaan, konsolidasi, tidak bisa dibuatkan oleh seorang ketua saja akan tetapi harus dibantu oleh seluruh komponen dan seluruhnya juga sampai pelosok kelurahan/desa sampai RT/RW,” katanya.

Terpisah, diluar dugaan, Calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang Yogie Yaman Sentosa rupanya lebih memilih walk out dari persidangan.

Itu terjadi saat adanya perbedaan pendapat antara Yogie Yaman Sentosa dan Jafar Sidik.

Perbedaan pendapat tersebut terjadi setelah SC menyampaikan jumlah dukungan yang merupakan hasil verifikasi menunjukan, jika Jafar Sidik meraih 21 suara, Yogie Yaman Sentosa 11 suara dan Sonia Sugian 1 suara.

Oleh sebab itu, demi menjaga kondusifitas acara, panitia pun menyarankan untuk memberi kesempatan kepada Yogie dan Jafar untuk berbicara empat mata dalam ruangan tertutup.

Yogie beralasan dalam sesi sidang ada 11 kecamatan yang telah beralih dukungan. Ketika dirinya mempertanyakan alasan peralihan dukungan yang dimaksud, Yogie menyebut pihak SC enggan memberikan penjelasan. Sehingga dirinya enggan menerima hasil keputusan sidang.

“Mereka (SC. Red) tidak mau memberikan bukti atau data kecamatan mana yang tidak mendukung itu dan mereka tidak mau terbuka. Dalam persidangan kami didukung oleh 17 kecamatan pada saat jawaban pandangan umum. Berarti ada manipulasi data yang disampaikan oleh tim SC sehingga ini yang membuat kami walk out dengan keputusan yang sudah disampaikan pimpinan sidang kami,” sebut pria yang akrab disapa Bah Yogie ini.

Kendati demikian, pihaknya bakalan melakukan konsolidasi untuk langkah-langkah selanjutnya. Terlebih Partai Golkar memiliki mahkamah partai.

Bahkan Yogie menerangkan bahwa dirinya mempunyai bukti yang menunjukkan bahwa ada yang tidak beres dalam sidang.

“Ini menjadikan bukti bahwa saya akan melakukan gugatan pada mahkamah partai. Tetap kita belum mengaku kalah masih ada mekanisme yang lain yaitu di mahkamah partai. Kita siap kalah jika memang peserta yang menyatakan mekanisme pemilihan melalui voting, dan ini lebih demokratis tapi Jawa Barat tetap tidak mau,” pungkas Yogie.

Sementara calon Ketua lainnya, Jajang Heryana mengaku pasrah dengan keputusan Musda X yang menetapkan Jafar Sidik sebagai ketua Golkar Sumedang Periode 2020-2025.

“Hasil Musda ini hatus diterima bersama karena sudah disepakati,” kata Jajang

Kendati demikian Jajang berharap agar ketua terpilih dapat kembali meningkatkan kinerja partai.

“Pasca Musda ini tidak boleh ada lagi kubu-kubuan. Golkar Sumedang sudah sepakat, hasil musda ini harus diamankan secara bersama-sama,” tuturnya. (jim)