Para Pedagang Enggan Direlokasi di Dekat TPS Pasar Inpres

oleh -
BELANJA: Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat berbelanja sayuran di salah satu jongko pasar bersama para unsur SKPD lainnya, Minggu (6/1/2019).

SUMEDANG – Pemerintah usulkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Tampomas direlokasi ulang. Namun, para pedagang menolak, karena tempat relokasi yang disediakan, nyatanya berdekatan dengan tempat pembuangan sampah (TPS) pasar inpres.

Salah seorang pedagang di Jalan Tampomas, Iwang (50) menuturkan, dirinya menolak usulan Pemerintah jika hal itu betul-betul direalisasikan.

“Kami tidak mau dikejar-kejar harus berjualan dekat TPS, itu baunya sangat menggangu. Selain itu kalau jualan disana, engga akan ada yang beli,” tutur Iwang kepada Radar Sumedang, Kamis (30/1).

Iwang yang kembali berjualan sayuran di sepanjang Jalan Tampomas itu pun berharap, Pemerintah bisa mencari jalan keluar lain selain tempat relokasi yang dimaksud Pemerintah itu.

“Kalau memang ada upaya relokasi kita rela digeser kemana ke, kan ini juga jalan masih cukup buat kendaraan, tidak menggangu,” ujarnya.

Lain halnya dengan pedagang sayur lainnya, Keni (47) yang mengatakan, bahwa setelah satu minggu kembali menempati lapak Jalan Tampomas, keuntungan berjualan perlahan mulai membaik.

“Alhamdulilah Pak sedikit-sedikit sekarang saya bisa dapet 50 – 200 ribu per hari dagang disini. Sebab kalau kemarin jualan di lantai dua, rasanya kayak kenek supir bus, ngajak pembeli supaya beli dagangan sayur saya sampai enggak ada satupun pembeli yang dateng, bahkan saya pernah dapat penglaris cuman 8 ribu sehari,” katanya.

Sementara itu Dikonfirmasi, Ketua Himpunan Warga Pasar (Hiwapa) Sumedang, Asep Rochmat mengatakan, pihaknya menyatakan tidak setuju jika pedagang harus ditempatkan di dekat tempat sampah dengan kondisi bau yang menyengat.