Sempat Tertahan, ‘Indonesia Barokah’ Kembali Disebar

oleh -
Bawaslu memeriksa konten tabloid politik yang akan disebarkan di Sumedang

SUMEDANG – Kantor POS Sumedang mulai mendistribusikan Tabloid Indonesia Barokah ke seluruh Kecamatan di Sumedang. Sebelumnya, ribuan eksemplar tabloid tersebut tertahan selama beberapa hari di Kantor POS Sumedang.

Kepala Kantor POS Sumedang, Diki Mulyana mengatakan, penahanan Tabloid Indonesia Barokah dilakukan atas arahan Bawaslu (Badan Pengawa Pemilu).

“Kami sempat lakukan penahanan pendistribusian (Tabloid Indonesia Barokah) sesuai arahan Bawaslu, yang datang ke Kantor POS bersama pihak kepolisian dan Babinsa,” kata Diki, Kamis (31/1) sore.

Dikatakan Diki, penahan dilakukan selama 4 hari. Hingga akhirnya pihaknya kembali mendistribusikan tabloid tersebut, setelah Bawaslu Provinsi menyatakan tak ada unsur pelanggaran Pemilu dalam isinya.

“Atas dasar (pernyataan Bawaslu) tersebut kami kembali melakukan pengiriman,” katanya.

Disebutkan, Kantor POS Sumedang mengirimkan sekitar 1600 eksemplar Tabloid Indonesia Barokah.

 

600 eksemplar diantaranya sempat tertahan. Ia menyebutkan penahan tabloid tersebut tidak mempengaruhi aktivitas Kantor POS Sumedang.

“Sudah dikirim lagi ke Kantor POS di kecamatan-kecamatan di Sumedang, untuk dikirim ke penerima,” ujarnya.

Sebelumnya Tabloid Indonesia Barokah menjadi polemik, karena dinilai menjatuhkan salahsatu pasangan capres/cawapres dalam Pemilu 2019.

Dewan Pers juga menyatakan bahwa tabloid tersebut bukan merupakan produk jurnalistik. (gun)