Nelayan Waduk Jatigede Rosid Tenggelam Saat Mencari Ikan

oleh -
Tim SAR melakukan pencarian terhadap Rosid yang tenggelam di Waduk Jatigede (26/2/2019)

SUMEDANG – Abdul Rosid (54), warga Dusun Sukahening RT 04 RW 03,  Desa Pawenang, Kecamatan Jatinunggal tenggelam saat mencari ikan di Waduk Jatigede, Senin (25/2) malam. Ketua kelompok pencari ikan Sukahening itu tenggelam saat mencari ikan dengan jaring bentang di perairan Waduk Jatigede, tepatnya blok Gagaksangkur, Kecamatan Wado, sekitar waktu Isya.

Keterangan yang berhasil dihimpun dari kerabat dan tetangga menyebutkan  pada Senin, sekitar pukul 18.00, Rosid berangkat bersama warga lain, Asep Iwan (39), untuk mengecek jaring bentang alat penangkap ikan. Keduanya menggunakan sampan masing-masing.

“Rosid pakai sampan sendiri, Asep juga pakai sampan miliknya,” ujar salah satu kerabat, Selasa (26/2).

Ia menuturkan, dari pesisir wilayah Sukahening, keduanya bergerak mendayung sampan ke wilayah blok Gagaksangkur  sejauh kurang lebih 250 meter dari pesisir.

Di sekitar Gagaksangkur, Rosid dan Asep Iwan berpencar. Asep Iwan bergeser agak jauh sekitar 70 meter dari Rosid berada.

Setelah beberapa waktu berselang, terdengar suara minta tolong dari arah sampan yang ditumpangi Rosid. Saat itu Rosid sedang menarik bentang jaring.

“Katanya Asep melihat Rosid seperti meronta di air. Tapi ketika Asep menghampiri, sempat melihat cahaya dari helem yang digunakan Rosid. Belum sempat tertolong Rosid sudah tenggelam,” tutur kerabat Rosid.

Setelah melihat kondisi tersebut, Asep Iwan sempat menarik jaring bentang dengan harapan Rosid terjerat pada jaring. Namun upayanya tak menemukan hasil. Kemudian Asep pun menepi ke pesisir dan memberitahukan kepada warga Dusun Sukahening.

Setelah mendapat laporan adanya warga yang tenggelam, sejumlah warga dan aparatur sempat melakukan pencarian ke tempat dimana Rosid tenggelam pada malam itu juga.

Kerabat Rosid lainnya menyebutkan, keseharian Rosid memang mencari ikan. Biasanya Rosid berangkat pagi untuk mengecek jaring bentang yang dipasang di perairan waduk dan pulang lagi ke rumah sekitar pukul 10.00 untuk beristirahat. Kemudian setelah Dhuhur kembali ke waduk hingga Ashar. Setelah itu Lepas Magrib kembali lagi mengecek jaring hingga malam.

Diakuinya keluarga sangat shock atas kejadian tersebut “Tak ada pesan apa-apa sebelum kejadian,” katanya.