Menteri PUPR Jengkel Pengerjaan Tol Terlambat.

oleh -

PAMULIHAN – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M. Si. Ph.D meninjau pengerjaan Tol Cisumdawu. Selasa (02/07).

Saat meninjau Tol Cisumdawu Menteri mengaku jengkel melihat pengerjaan yang dikerjakan oleh China lantaran sedikit terlambat terutama masalah pembebasan lahan.

“China kadang-kadang harus keras pengawasannya karena mereka pun bisnis juga disini,” ucapnya.

Menteri menambahkan, proyek Tol dengan panjang 60 km, akan membuka akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

“Kebetulan BIJB mulai beroperasi sehingga akses jalan ke BIJB akan lebih ditunggu dan lebih cepat untuk lalulintas,” tambahnya.

Menurutnya, melihat secara kontrak Tol Cisumdawu akan selesai tahun 2021. Tapi dengan adanya percepatan pemanfaatan BIJB, akan mempercepat target itu menjadi 2020.

“Jalan Tol Cisumdawu sendiri terbagi menjadi enam seksi. Seksi I dan II mulai dari Cileunyi hingga Sumedang dikerjakan oleh Kementerian PUPR sebagai bagian dari Viability Gap Fund (VGF). Makanya kita baru mengecek seksi I dan II ada yang sudah bebas lahannya,” ucapnya.

Ia menambahkan, pengerjaan seksi III panjang keseluruhan 30 KM akan selesai 2019 ini. Contoh di seksi II ada minus 21% dibagian Konsorsium yang dikerjakan oleh Cina.

“Saya sudah minta untuk dikebut lagi dan minta kepada anggota konsorsiumnya, kami serahkan tapi tetap ada subkontraktornya dan dibantu supaya dipercepat,” ucapnya.

Sementara, seksi III yang dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Citra Karya Jabar Tol dengan nilai investasi Rp8,41 triliun lahannya sudah lebih 90% progresnya pun 80% sehingga 2019 akan selesai.

“Tinggal seksi IV, V, VI untuk seksi VI itu sebagian besar tanahnya perhutani, saya sudah koordinasi dengan ibu Mentri kehutanan dan beliau sudah setuju, sebetulnya kami juga telah melayangkan surat PT Perhutani dan BUMN untuk memanfaatkan tanah perhutani itu sekitar 100 hektare atau sekitar 6 KM, Menteri kehutanan sudah ok dan Seksi VI akan selesai 2019 ini,” ucapnya.

Kendati demikian, lanjut ia, tinggal seksi IV dan V dan tanahnya masih nol belum dibebaskan sama sekali sehingga akan dipercepat tanahnya.

“Sudah koordinasi dengan pak Gubernur anggaran tanah untuk provinsi Jawa Barat pembebasannya sudah ada tahun 2019 sehingga tidak perlu dianggarkan oleh APBN. Ini masalahnya di seksi IV dan V yang masih kita berproses 11% dan masih berproses masalahnya ada tanah eks genangan Jatigede,” ucapnya.

Sehingga, kata menteri, target keseluruhan Tol Cisumdawu rampung tahun 2020 pembebasan lahan bukan kendala tapi pernak pernik setiap wilayah. (tha).