50 Tahun Terisolir, TNI Buka Akses Warga Jeungjing

oleh -
Pangdam III Siliwangi dan Kapolda Jawa Barat menaiki kuda renggong saat menuju lapangan upacara pembukaan TMMD ke 105 di Desa Padanaan Kecamatan Paseh, Selasa (9/7).

 

SUMEDANG – Masyarakat Dusun Jeungjing Desa Padanaan Kecamatan Paseh menyambut baik program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-105 di wilayahnya. Program tersebut fokus menyasar pembangunan infrastruktur akses jalan utama dusun tersebut.
“Alhamdulillah sangat terbantu sekali, sebab selama ini akses jalannya hanya setapak, itu pun kondisinya rusak berat,” kata Wawan, tokoh masyarakat setempat.
Ia menggambarkan, akses yang minim menghambat mobilitas warga Dusun Jeungjing. Kondisi ini, kata dia, sudah terjadi selama puluhan tahun.
“Ada mungkin sekitar 50 tahun. Sekarang alhamdulillah jalannya bagus dan lebar, motor bisa mobil bisa masuk. Dulu mah, apalagi kalau ada yang sakit harus pakai tandu dulu dibawanya. Sekarang bagja ada peningkatan,” ujar warga lainnya.
 
Program TMMD ke-105 di Desa Padanaan sendiri dibuka Selasa, (9/7) pagi. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudy Sufahriadi, Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, Danrem 062 Taruma Negara Kolonel Inf. Parwito dan sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kabupaten Sumedang mengikuti kegiatan Pembukaan TMMD teraebut, serta Pencanangan Program Bhakti TNI KB Kesehatan Terpadu tingkat Kodam III Siliwangi, di Dusun Jeungjing Desa Padanaan Kecamatan Paseh.

Saat menuju ke lokasi upacara, Pangdam III Siliwangi, Kapolda Jabar, Wakil Gubernur Jabar dan Bupati Sumedang, menunggangi Kuda Renggong yang merupakan salahsatu seni budaya di Sumedang, lalu disambut dengan penampilan tari umbul

Setelah itu, dilaksanakan penanaman pohon secara simbolis oleh Pangdam III Siliwangi, Kapolda Jabar dan Wagub Jabar juga Bupati Sumedang.

Dilanjutkan dengan Pencanangan Bhakti TNI KB kesehatan terpadu oleh Pangdam III Siliwangi. lalu, dilakukan pelepasan burung merpati dan pemukulan gong serta diwarnai dengan pemberian bantuan alat kesehatan secara simbolis serta dilaksanakan peninjauan ke tiap stand kesehatan juga stan yang lainnya.

Sementara itu, Wagub Jabar, Uu Ruzhanul ulum dalan sambutannya mengatakan, bahwa TMMD merupakan salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Pemerintah Daerah (Pemda) serta komponen bangsa lainnya.

“Titik berat program TMMD adalah di desa miskin, terisolir dan terpencil, serta daerah perbatasan,” ujarnya.

Sementara itu, Pangadam III Siliwangi, Mayjen TNI Tri Soewandono mengatakan, TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral, sehingga dalam penerapannya, TNI tidak bekerja sendiri namun menggandeng banyak pihak.
Pangdam menjelaskan, sasaran utama, dilakukan pengecoran jalan sepanjang 1.000 meter, lebar 2,5 meter, pengerasan jalan 200 meter. Kemudian, pembuatan jembatan sungai Cibodas dengan panjang 12 meter tinggi 2,5 meter dan lebar 3 meter. Selain itu, rehab jembatan sungai Cijeungjing dengan panjang 17 meter dengan lebar 2,3 meter.

“Ada pula pengerjaan jembatan Ciereng, panjang 4 meter, lebar 3 meter dan tinggi 2,5 meter dengan beton plat semi. Memiliki empat unit sayap jembatan dengan panjang 5 meter tinggi 2,5 meter, lebar 0,3 meter dilengkapi dengan pilar tengah jembatan panjang 4 meter, tinggi 2,5 meter, lebar 1 meter. Selanjutnya, pembuatan Loneng Jembatan sepanjang 3 meter, tinggi 1 meter, lebar 45 centimeter,” tuturnya.Selain itu, sambung Pangdam, pengerjaan TPT sebanyak 4 titik dan TPT sayap jembatan sungai Cibodas sepanjang 16,5 meter, tinggi 2,5 meter dan lebar 30 centimeter. lalu, pengerjaan gorong-gorong dan kupas tanah.

“Untuk sasaran tambahan, akan dilaksanakan rehab mesjid, pembuatan MCK dan pengerjaan pos kamling,” katanya.

Menurut Pangdam, Selain pengerjaan infrastruktur fisik dalam Program TMMD ke-105 itu, dilaksanakan juga kegiatan non fisik seperti, penyuluhan kesehatan, penyuluhan hukum, penyuluhan kesejahteraan rakyat, kesadaran bernegara, keamanan dan ketertiban masyarakat. (gun)

oleh