Sopir Angkot Miliki Hampir Setengah Kilogram Sabu

oleh -
SUMEDANG – Seorang sopir angkot ditangkap petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang, karena kedapatan memiliki narkoba jenis sabu seberat hampir setengah kilogram.
Tersangka bernama Dedi Sukma (32), warga Jln. Gegerkalong Girang No. 4 RT 004 RW 001 Kelurahan Gegerkalong Kecamatan Sukasari Kota Bandung.
Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo mengatakan, tersangka ditangkap di wilayah Dusun Kasongambang RT 01 RW 06 Desa Linggajaya Kecamatan Cisitu, Rabu (24/7) pagi.
“Berdasarkan laporan masyarakat, kita langsung lakukan pengembangan, dan mendapati tersangka di wilayah Cisitu,” ujar Kapolres, didampingi Kasat Narkoba AKP Idan Wahyudin, dan Kasubag Humas Iptu Dedi Juhana, Jumat (26/7).
Tersangka, kata dia, merupakan jaringan Lapas Banceuy.
Awalnya, dari tanganĀ  Dedi polisi mengamankan barang bukti sabu sebanyak 5,61 gram.
Dari hasil pengembangan, polisi kembali menangkap tersangka lain bernama Cevi Awaludin alias Bango (27) warga Kabupaten Bandung Barat, di wilayah Gegerkalong Kota Bandung.
Dari Cevi, polisi kembali mengamankan barang bukti sabu seberat 420,41 gram.
Dari kedua tersangka tersebut petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu total seberat 426,02 gram, timbangan elektrik, alat hisap sabu serta 3 buah HP.
“Alhamdulilah sabu sebanyak ini bisa kita amankan. Sebab sabu sebanyak ini bisa merusak banyak sekali pemakainya. Peredarannya memang di wilayah Sumedang,” ujarnya.
Pengungkapan narkoba ini, kata Hartoyo merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah berdirinya Polres Sumedang.
“Kasusnya masih kita kembangkan, siapa tahu ada tersangka lain,” ucapnya.
Sementara itu, tersangka Dedi mengaku membeli sabu tersebut sejumlah Rp. 300 juta dari seseorang di dalam Lapas Banceuy. Sabu tersebut dijual Rp. 1,5 juta per gramnya.
“Kita modusnya janjian via telpon, barangnya ditempel di tempat sampah,” ucapnya.
Sebelumnya, Minggu (21/7), Satres Narkoba juga menangkap empat orang pengguna narkoba jenis sabu di wilayah Kecamatan Sumedang Selatan dan Kecamatan Ganeas.
Atas perbuatannya tersebut para tersangka dijerat Pasal 114 danĀ  pasal 112 Jo Pasal 132 Undang undang RI No. 35 tahun 2009, Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. (gun)
oleh