Keluarga Besar PKB Sumedang Turut Berduka atas Wafatnya KH Maimun Zubair

oleh -
Didi Suhrowardi

KOTA–Meninggalnya Musytasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimun Zubair atau Mbah Moen di Mekkah, Arab Saudi membuat keluarga besar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumedang berduka.

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabuparen Sumedang, Didi Suhrowardi mendoakan almarhum Mbah Moen husnul khotimah.

“Kami turut berduka cita.
Keluarga besar PKB Sumedang mendoakan Mbah Moen meninggal dalam keadaan khusus khotimah.
Beliau meninggal pada saat menunaikan ibadah haji. Insha Allah syahid dan khusnul khatimah,” tuturnya.

Meskipun Mbah Moen menjabat Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), PKB turut merasa kehilangan.
“Mbah Maimun lebih dari sekadar tokoh parpol tertentu. Termasuk, lebih dari sekadar Musytasyar PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama),” kata Didi.

PKB sebagai partai yang besar di kalangan Nahdliyin, lanjut Didi turut meneladani sosok Mbah Moen.
“Beliau itu tokoh bangsa. Nasehat-nasehatnya sangat inspiratif bagi anak muda generasi penerus seperti kita,” tandasnya.

Seperti diketahui, Kyai Haji Maimun Zubair wafat di Mekkah, Selasa (6/8/2019) pukul 04.17 waktu setempat. Maimun Zubair Zubair atau Mbah Moen wafat di usia 90 tahun. Mbah Moen merupakan kiai kelahiran Rembang, Jawa Tengah pada 28 Oktober 1928.(*/rik)