Para Hafidz Hima Al Muna Siap Bentengi Desa dari Paham Radikal Melalui Program Sadesa

oleh -
TEMU ALUMNI: Para kyai hafidz yang juga alumni Madrasah Huffadz Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta menggelar pertemuan temu alumni di Ponpes Al Hikamussalafiyyah Sukamantri, Sabtu (31/8/2019).

SUMEDANG—Tantangan zaman di era digital dan globalisasi seperti sekarang ini dikhawatirkan semakin memberikan dampak negatif bagi umat, terutama dengan pengaruh-pengaruh luar yang tidak cocok dengan nilai-nilai budaya dan agama di Indonesia. Untuk membentengi umat Islam dari pengaruh negatif perubahan itu, para alim ulama di Jawa Barat telah lama mengusulkan program penempatan para penghafal Al-Qur’an di setiap desa di Jawa Barat.

“Para alim ulama se-Jawa Barat mengusulkan kepada Pak Ridwan Kamil sewaktu beliau masih kandidat pada Pilgub lalu di Cianjur agar jika kelak Kang Emil ini terpilih sebagai gubernur agar merealisasikan program yang diinginkan para alim ulama ini,” ulas Ketua Korwil Jabar Alumni Madrasah Huffadz Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta KH Sa’dulloh dalam acara Temu Alumni di Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyaah Sukamantri, Sabtu (31/8/2019).

Dalam acara yang dihadiri sejumlah alumni Ponpes Al Munawwir Krapyak dari berbagai daerah di Jawa Barat, sosok kyai hafidz Qur’an ini menegaskan pentingnya program penempatan para hafidz di setiap desa ini selain untuk membentengi umat juga bisa menjadi salah satu pelaku pemberdayaan umat di desa baik dalam pencetakan generasi tahfidzul Qur’an maupun sisi sosial ekonomi kemasyarakatan.

“Alhamdulillah kami menyambut baik akhirnya usulan alim ulama se-Jabar direalisasikan dalam program Pemprov Jabar sekarang bernama Sadesa (Satu Hafidz Satu Desa). Para hafidz ini nantinya ditempatkan di satu desa diberikan tanggungjawab menjadi seorang imam di masjid desa, kemudian dia juga harus mampu membina warga desa untuk mau mengikuti program tahfidz di pesantren yang telah ditunjuk,” urainya.

Para hafidz desa ini juga nantinya, lanjut mantan Ketua PC NU Sumedang ini juga menjadi garda terdepan bersama para alim ulama setempat dalam melindungi masyarakat dari paham-paham dan ideologi yang tidak sejalan dengan Pancasila. “Lebih jauh lagi para hafidz desa ini bisa menjadi penangkal terhadap paham-paham radikal yang tidak sesuai dengan Pancasila,” tandasnya.

Dalam kegiatan Temu Alumni itu, berhasil merumuskan beberapa point penting yang disampaikan KH Abdul Ghofir Afdholi selaku pengurus Hima Al Muna Jabar. Sebuah wadah para hafidz di Jawa Barat yang sanad Al Qur’annya dari Simbah Kyai Munawir Yogyakarta.

“Pertama para alumni yang tergabung dalam Hima Al Muna Jabar dalam rangka mendawamkan atau muraja’ah Al Qur’an sebagai salah satu syiar dan dakwah dalam bingkai membumikan Al-Qur’an siap menunjang Program Sadesa dari Gubernur Jawa Barat. Artinya kami mendukung program job desk Pemprov Jabar,” tandas KH Abdul Ghofir Afdholi.

Usai pertemuan para alumni itu untuk menindaklanjuti agenda, para alumni yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat akan melakukan audiensi dengan bupati di masing-masing daerah dan dilanjutkan dengan audiensi dengan Gubernur Jawa Barat terkait program Sadesa.

Dalam acara itu juga hadir sejumlah alumni yang juga tokoh penting di Hima Al Muna baik dari tingkat pusat maupun wilayah. Sebut saja di antaranya Dr. K.H Abdul Hakim MA yang juga Staf Lajnah Pentashih Al-Qur’an di Kemenag RI Jakarta, perwakilan Hima Al Muna Pusat KH Zainulghoni.(rik)