BPOM Tegaskan Kopi Cleng & Jantan “Ilegal”

oleh -

Sumedang – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandung memastikan bahwa produk kopi perkasa bermerk Kopi Cleng dan Kopi Jantan ilegal.

Menurut Staf BPOM Bandung Bagian Seksi Inspeksi, Wenni, jika dilihat dari ijin edarnya, kedua produk kopi ini merupakan ijin edar yang palsu. Meski telah tercantum nomor TR (tanda registrasi untuk obat tradisional), dipastikanĀ  itu juga palsu.

“Iya bisa kita pastikan ini ilegal dan dilarang di Indonesia,” ujarnya kepada wartawan usai melakukan rapat koordinasi di Kantor Dinas Kesehatan, Rabu (18/9).

Selain itu, dari sisi kandungan juga dipastikan mengandung bahan yang berbahaya yang bisa menyasar saraf di bagian otak.

Zat berbahaya itu kata Wenni adalah cildenafil sama padalafil yang biasa disalahgunakan untuk kepentingan stamina pria.

“Efeknya bisa menyasar langsung ke saraf pusat (koordinasi sistem saraf manusia di bagian otak), atau gangguan sistem saraf seperti saraf motorik. Bahkan kalau dikonsumsi jangka panjang mungkin akibatnya bisa meninggal,” ungkap Wenni.

Dijelaskan Wenni, reaksi yang dihasilkan jika mengkonsumsi kopi perkasa tersebut tidak akan lama. Sebab dalam hitungan jamĀ  reaksinya akan langsung koleps.

“Kasus seperti ini bukan hal yang baru, namun untuk produk seperti Kopi jantan itu baru sekarang. Sedangkan kalau untuk kopi cleng itu sudah masuk public warning, dan barang tersebut tidak boleh dikonsumsi, karena ada kandungan zat kimia obat,” katanya.

Kata Wenni, pihaknya akan menindaklanjuti temuan ini. Terlebih jika ditelusuri, produk kopi ini disalurkan dari Jawa Tengah, dan pabriknya sering berpindah-pindah.

“Sampai saat ini kita baru mendapat laporan dari Dinas Kesehatan,” terangnya.

Ditempat yang sama, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kab. Sumedang, dr. Reny K Anton menyebutkan terkait minuman atau kopi ini, pihaknya sudah berkoordinasi lintas sektor dan lintas program.

“Secara komprehensif kita sudah bergerak untuk menindaklanjuti, dengan melakukan suatu gerakan secara masif ke lapangan, agar tidak menambah banyak korban,” sebut Reny.

Pihaknya juga menyarankan, agar masyarakat lebih jeli dalam memilih minuman dan makanan.

“Jadi jangan hanya melihat dari sisi expired death-nya saja, tetapi juga dilihat ijin edarnya. Masyarakat harus lebih berhati hati lagi demi menjaga kesehatannya,” tandasnya. (jim)

oleh