Warga Kaget Temukan Coretan tak Senonoh di depan Gedung DPRD

oleh -

Sumedang – Aksi unjuk rasa menolak RUU KUHP dan RUU KPK nyatanya juga berimbas kepada Sumedang

Rabu pagi (25/9), warga dikejutkan oleh aksi penolakan melalui grafiti (coretan) yang memanjang di sepanjang papan pembatas proyek renovasi Alun-alun Sumedang.

Diketahui coretan yang ditulis tepat di depan/seberang Gedung DPRD Kab. Sumedang ini ditulis sejak malam hari, saat ribuan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa yang memanas hingga berujung ricuh di Gedung DPR/MPR RI Jakarta Selasa malam (24/9) kemarin.

Adapun berbagai coretan yang ditulis di sepanjang papan proyek itu diantaranya seperti; tolak RUU KUHP rakyat melawan, reformasi dikorupsi DPR lengkap dengan tagar #Save KPK, DPR T***ol, DPR B***at, DPR A***ng, Tikus Kantor hingga kata-kata kotor dan ilustrasi alat kelamin pria.

Beberapa coretan juga terlihat berbeda warna, ada yang berwarna merah, abu dan hitam.

Bahkan selain tertera di pinggiran Jalan Pangeran Suriatmadja, coretan serupa juga ditemukan di papan pembatas Alun-alun bagian selatan atau tepatnya di depan Gedung Negara dan Kantor Disbudparpora Kab. Sumedang dengan coretan serupa.

Belum diketahui siapa yang sengaja melakukan aksi corat-coret ini. Kemungkinan besar adalah gabungan dari mahasiswa Sumedang yang akan menyerukan aksi serupa secara serentak.

Meski mendapat atensi dari warga yang melintas, namun warga menyayangkan adanya beberapa coretan yang mengandung muatan tak mendidik.

Seperti yang tertulis di depan areal parkir SMAN 1 Sumedang yang bersebelahan dengan bangunan SMPN 4 Sumedang tertulis satu kata kotor yang berbunyi ‘DPR Kurang Kerjaan sampai e****an diuruskan, hidup rakyat’

“Saya salut lah kalau mahasiswa memperjuangkan kepentingan rakyat. Tapi kalau tulisannya seperti ini mah udah kelewatan. Kritis boleh, tapi harus mendidik juga, apalagi ini dilihat oleh warga bahkan anak sekolahan,” ujar Imaduddin yang sedang memperhatikan coretan.

Terpantau hingga jam 09.00 wib warga semakin berkerumun di lokasi papan pembatas proyek renovasi Alun-alun Sumedang. Namun yang menyita perhatian publik justru dengan adanya kata-kata kotor yang tidak etis untuk disampaikan dihadapan umum.

“Meski situasi sedang memanas, alangkah baiknya jika tidak diplesetkan. Ini jelas tidak etis, apalagi kalau nanti bubaran sekolah pasti anak-anak akan melihat,” tutur salah seorang warga yang akrab disapa ‘Ayah’ ini.

Sementara itu tak lama kemudian, beberapa anggota Satpol PP Kab. Sumedang tampak sedang meninjau coretan demi coretan.

Berdasarkan perintah dari pimpinannya, Pol PP menyarankan agar pihak pengembang segera menanganinya. Karena selain ditulis tepat di depan Gedung DPRD juga mengganggu ketertiban umum.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan resmi dari pihak DPRD Kabupaten Sumedang. Lantaran tidak ada satupun anggota dewan yang hadir di Gedung DPRD. (jim)

oleh