Ibu-Ibu Majlis Taklim Berdaya, Islam Bersahaja

oleh -
Kang RinSo saat mengisi ceramah dalam acara salimah di Masjid Asaakir

JATINANGOR-Ibu adalah sosok yang berperan penting bagi setiap individu, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara.

Bahkan juga termasuk dalam kehidupan beragama, sosok ibu adalah madrasah pertama untuk anak-anaknya, tempat anak mendapat asuhan dan diberi pendidikan pertama, bahkan mungkin sejak dalam kandungan.

Bahkan perkembangan fenomena sosial dan tantangan kehidupan yang semakin dinamis dan kompleks menuntut peningkatan wawasan dan pengetahuan perempuan dalam menjalankan peran tersebut sebagai seorang ibu.

Hal itu disampaikan anggota Komisi 1 DPRD Jawa Barat Fraksi PKS H.Ridwan Solichin. S.IP. M.Si, di depan ibu -ibu jaamaah majlis ta’lim dalam acara Salimah di Masjid Asaakir Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor dan dalam rangka memperingati Hari Ibu, Minggu (15/12/2019) kemarin.

Sebuah hadist Rosululloh SAW menyatakan bahwa wanita adalah tiang agama apabila wanita itu baik maka baik pula agamanya dan apa bila wanita itu juga baik, maka baik pula negaranya.

“Seorang filsuf Yunani Aristoteles mengatakan bahwa suatu negara merupakan gabungan keluarga sampai membentuk kelompok besar. Itu artinya menunjukkan pentingnya peran ibu bagi keluarga, negara dan agama,” urai pria yang akrab disapa Kang RinSo yang juga Ketua DKM Masjid Al-Asaakir Jatinangor ini.

Untuk itu pemerintah membutuhkan peran serta para ibu, ibu yang sehat, sejahtera, aman dan nyaman. “Kalau ibunya sehat secara mental insya Alloh bisa melahirkan anak -anak sekaligus mendidiknya secara baik. Tetapi bila secara fisik dan mental para ibu tidak merasa aman dan nyaman tentu mereka tidak bisa berperan seperti yang dikodratkan oleh Alloh SWT,” ucap RinSo.

Terlebih bagi muslimah harus bisa menjadi motivasi dan semangat bagi para ibu Indonesia agar dapat bertanggung jawab, mandiri, kreatif, dan dapat melahirkan generasi yang unggul dimasa mendatang.

“Karena anak yang terlahir adalah keadaan fitroh / suci, mau menjadi Yahudi atau Majusi adalah tergantung orang tuanya, terutama peran seorang ibu,” tandas RinSo. (tha)