Ini Alasan Setiap Tanggal 5 Januari Diperingati sebagai Harlah PPP

oleh -
Lima dari 7 orang anggota DPRD Sumedang dari Fraksi PPP di antaranya H Mulya Suryadi, S.Pd, M.Kom, Ekky Ahmad Muzaki, SH, Tita Karlita, SIP, H Endang Taufik FR, SHI, M.Pd (ketua fraksi) dan Asep Roni Mauludin, S.Kom

“Asal usul ketiga partai ini berawal dengan dikeluarkannya Ketetapan MPRS no.XXII/MPRS/1966 yang isinya agar pemerintah bersama DPR-GR segera membuat UU yang mengatur kepartaian, ormas dan kekaryaan yang disederhanakan,” jelas H Endang.

Disebutkan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hikmah Tanjungkerta ini, sedikitnya ada lima orang tokoh pendiri PPP, mereka adalah Idham Chalid (Ketua Umum PB NU), Mohammad Syafaat Mintaredja SH (Ketua Umum Parmusi), Haji Anwar Tjokroaminoto (Ketua Umum PSII), Haji Rusli Halil (Ketua Umum Perti) dan Haji Masykur (Ketua Kelompok Persatuan Pembangunan di DPR).

Pada masa Orde Baru PPP pernah mengganti asas dan lambang partainya. “Awalnya PPP menetapkan asas Islam dan berlambang Ka’bah. Setelah Muktamar I tahun 1984 PPP menggunakan asas Pancasila dan mengganti lambang dengan gambar bintang dalam segi lima,” ungkapnya lagi.

Kemudian memasuki Era Reformasi 1998 setelah tumbangnya rezim Orde Baru, PPP kembali ke asas Islam dengan lambang Ka’bah. “Penggantian tersebut setelah Muktamar IV di akhir tahun 1998. Meskipun begitu, komitmen PPP tetap mendukung seutuhnya keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila,” pungkasnya. (rik)