LKKNU Jabar Canangkan Program Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

oleh -
RAKORWIL : Ketua PW LKKNU Jawa Barat Dra. Hj. Lilis Santika, M.H membuka dialog saat Rakorwil di Gedung PW NU Jawa Barat di Kota Bandung, Sabtu (22/2/2020).

BANDUNG–Pimpinan Wilayah Lembaga Kemaslahan Keluarga Nahdlatu Ulama (PW LKKNU) Jawa Barat menyelenggarakan rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) yang digelar di Gedung PW NU Jawa Barat di Kota Bandung, Sabtu (22/2/2020). Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 200 orang peserta yang merupakan utusan dari masing-masing PC LKKNU se-Jawa Barat.

Rakorwil yang terselnggara berkat kerjasama dengan BKKBN Jawa Barat ini mengusung tema “Membangun Kemaslahatan Ummat melalui Pemberdayaan Ekonomi Pesantren dan Gerakan Santri Siaga Kependudukan.”

Ketua PW LKKNU Jawa Barat Dra. Hj. Lilis Santika, M.H berharap kepada seluruh PC LKKNU se-Jabar yang hadir pada acara tersebut agar memperkuat kapasitas kelembagaan dan manajemen organisasinya untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga dan umat.

“LKKNU harus menjadi organisasi yang memiliki kemandirian agar semakin produktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Hj. Lilis.

Menurutnya, LKKNU mempunyai tugas yang mulia dalam membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. “Untuk itu, LKKNU harus membekali diri dan melakukan penataan organisasi mulai dari tertib administrasi dan dokumen-dokumen perencanaan kegiatan yang lebih matang,” pesannya.

Selain penting melakukan peningkatan “capacity building” terhadap pengurus dan anggota, sambung Hj Lilis, LKKNU juga harus memperkuat kapasitas kelembagaan mulai dari cabang hingga ke pimpinan anak cabang.

“Dengan kemandirian LKKNU akan semakin kuat dan tentu bisa terus melakukan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa,” tandas H. Lilis Santika.

Kedepannya, LKKNU akan fokus pada program penguatan ekonomi pesantren dalam mewujudkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. “Melalui pesantren, kami akan membentuk santri-santri siaga dalam membangun perekonomian umat,” harap Hj. Lilis. Santika yang juga Pengasuh Ponpes An-Nur Sumedang ini.

“Para santri bisa terjun langsung ke basis-basis komunitas masyarakat di desa-desa untuk memberikan pemahaman dan kesadaran pentingnya usaha kecil dan menengah dalam menopang perekonomian keluarga,” paparnya lagi. (*/rik)