Usai Ikuti Rapid Test Covid-19, Seorang Praja Putri IPDN Dirujuk ke RSHS Bandung

oleh -

JATINANGOR – Setelah sehari sebelumnya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melaksanakan rapid test covid-19 terhadap 500 orang civitas academica dan praja dengan hasil negatif covid-19. Kini dihari kedua, jumat (3/4) IPDN Jatinangor kembali melakukan test serupa.

Pelaksanaan Rapid Test tersebut dilakukan terhadap 477 orang yang terdiri atas 261 orang praja putri, 204 orang praja putra serta 12 orang ASN.

Kemudian hasil test yang diperoleh yakni sebanyak 476 orang negatif (-) covid 19 dan 1 orang (praja putri) dengan hasil imunitas positif lemah yaitu hasil rapid tes menunjukkan indikator yang ditandai huruf C (Control) nampak garis tegas sedangkan huruf T (Test) nampak namun samar hal ini berarti masih butuh pemeriksaan lebih lanjut .

Demikian keterangan yang disampaikan oleh kepala Poliklinik IPDN dan Koordinator Tim Pemeriksaan rapid test covid 19 di IPDN yang merupakan tim dari Laboratorium Kimia Farma.

Kepala Biro Adm. Kerjasama dan Hukum Drs. Baharuddin Pabba, M.Si mengatakan bahwa Praja putri yang dinyatakan imunitas positif lemah tersebut saat ini dirujuk ke Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung.

“Namun dikarenakan kapasitas di rumah sakit tersebut penuh maka yang bersangkutan dibawa dan diterima di Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung untuk dilakukan pendalaman dan pemeriksaan klinis,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Baharuddin seluruh rekan satu asrama dengan praja putri tersebut dalam pemeriksaan hari ini (jumat,red) dinyatakan negatif (-) covid 19.

“Dan sebagai langkah antisipasi penularan seluruh penghuni asrama tersebut dipindahkan ke asrama khusus yang masih ada di lingkungan IPDN, untuk dilakukan isolasi mandiri internal Kampus dan asrama yang ditinggalkan akan dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan kembali untuk mencegah covid 19,” sebutnya.

Sampai dengan hari kedua pelaksanaan rapid test di IPDN, sudah 983 orang Praja dan ASN yang telah dirapid test. (Isl/rls).