Adu Pintar Petugas dan Toko Baju di Sumedang yang Nekat Buka dan Abaikan Protokol Kesehatan

oleh -

Sumedang – Aksi kucing-kucingan antara pelaku usaha di sejumlah titik di Kota Sumedang dan petugas patroli gabungan beberapa hari ini kerap terjadi.

Itu terjadi lantaran banyaknya laporan masyarakat mengenai adanya pertokoan (toko baju Ria Busana) yang sengaja buka secara sembunyi-sembunyi melalui pintu belakang. Parahnya lagi, ditemukan adanya kerumunan untuk melakukan sesi antri tanpa mengindahkan anjuran social distancing.

Padahal seperti diketahui saat ini pemberlakuan PSBB sudah diperpanjang. Sehingga khusus bagi tempat usaha diluar sembako, kesehatan, bahan pokok, dilarang beroperasi selama pemberlakuan PSBB Jabar khususnya di Sumedang.

Alhasil akibat kejadian ini masyarakat menjadi saling lapor melapor. Tak ayal ada yang menyebut aksi saling lapor melapor ini juga dilatarbelakangi oleh persaingan usaha.

Menanggapi hal itu, Kabid Penegakan Perda (Gakda) Satpol PP Kabupaten Sumedang Deni Hanafiah membenarkan akan hal itu. Menurutnya permasalahan itu sudah sering terdengar, terutama saat jam usai petugas melakukan patroli gabungan.

“Tentunya perlu kerjasama semua pihak untuk saling memahami ditengah kondisi seperti ini. Karena bagaimanapun keberhasilan PSBB ini tergantung pada kesadaran masyarakat, termasuk tempat usaha juga. Kita ini sedang berupaya supaya tidak ada lagi penyebaran virus,” ucapnya kepada Radar Sumedang di Kantor Satpol PP Kabupaten Sumedang, Selasa (12/5).

Kendati demikian kata dia, tindakan tempat usaha yang secara sembunyi-sembunyi nekat buka demi memenuhi permintaan pembeli merupakan bentuk pelanggaran PSBB.

Akan tetapi lanjut dia, tidak menutup kemungkinan aksi nekat itu merupakan bagian dari persaingan usaha atau bagian kelihaian manajemen toko.

Akibatnya masyarakat kerap mempostingnya di media sosial. Sehingga menimbulkan polemik baru ditengah pemberlakuan PSBB tahap II akibat sejumlah pertokoan yang melanggar.

“Jangan sampai gara-gara persaingan usaha jadi saling lapor. Sudah tau itu melanggar malah tetap dilakukan,” katanya.

Disinggung soal penindakan hukum yang bisa dilakukan, Deni berujar sebelumnya tekah memberikan imbauan kepada outlet pakaian (Ria Busana) agar menutup sementara di tengah pemberlakuan PSBB tahap dua.

Oleh sebab itu pihaknya bakalan melayangkan surat lagi. Namun jika pada imbauan terakhir tidak ada itikad baik, maka outlet Ria Busana terancam ditutup.

“Baru diberi imbauan satu kali, imbauan untuk tutup dilakukan tiga kali, bila tetap buka dilayangkan surat untuk tutup,” tegasnya. (jim)