Antara Iuran BPJS Dan Kisah Suryati Yang Selama Enam Tahun Harus Cuci Darah

oleh -
Istimewa / bpjs

SUMEDANG – Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat dirasakan oleh Suryati (49). Pasalnya, program yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan itu telah berkali-kali membantu dirinya untuk melakukan hemodialisa atau cuci darah yang selama ini rutin dijalaninya sejak enam tahun silam.

Wanita yang tinggal di Dusun Tagog, Kecamatan Ganeas itu mengaku selalu rutin menjalani hemodialisa dua kali seminggu untuk berjuang melawan penyakitnya.

“Saya sangat bersyukur sekali telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, dan selama proses penyembuhan penyakit yang saya derita saya hanya mengandalkan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Enam tahun lebih, kata Suryati, sudah menjalani cuci darah. Jika tidak punya kartu JKN-KIS, Ia tidak tahu kepada siapa meminjam untuk melunasi biaya pengobatan yang sangat mahal. Lantaran harus tetap dapat melanjutkan cuci darah dan tidak boleh terputus.

Program JKN-KIS sangat memberikan dampak yang besar bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususya di bidang kesehatan. Bukan hanya dirinya, banyak dari masyarakat Indonesia sudah merasakan manfaat luar biasa yang diberikan oleh program pemerintah itu.

Meskipun saat ini tengah beredar adanya penyesuaian iuran, ia mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Pasalnya, penyesuaian iuran yang ditetapkan masih terdapat subsidi dari pemerintah di kelas 3 dan tergolong sangat murah jika dibandingkan dengan manfaat yang diterima peserta.

“Berapa pun jumlah iuran JKN-KIS, saya yakin pasti masih jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya pengobatan yang dijamin. Yang terpenting, dengan jumlah iuran tersebut saya masih dapat menjalani cuci darah demi kesehatan yang saya harapkan,” jelas Suryati.

Di akhir perbincangannya, Suryati tak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan yang telah amanah menjalankan Program JKN-KIS dengan sebaik-baiknya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya peserta JKN-KIS untuk terus mendukung program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan itu. Meskipun dengan adanya penyesuaian iuran, Suryati tetap mengajak masyarakat untuk terus menjalankan kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS yaitu membayar iuran untuk tetap menjaga status kepesertaannya tetap aktif.

“Meski ada penyesuaian iuran, saya harap masyarakat masyarakat untuk terus mendukung program ini dengan rutin membayar iuran, karena dengan iuran yang dibayarkan akan terus menjaga status kepesertaan JKN-KIS kita tetap aktif. Bukan hanya itu, iuran yang dibayarkan juga bisa bermanfaat bagi peserta JKN-KIS lainnya yang membutuhkan biaya pelayanan kesehatan,” tutup Suryati. (isl/rls).