Poktan Nagarawangi Kecamatan Rancakalong Sukses Budidaya Magot di Tengah Masa Pandemi

oleh -
Kang RinSo saat mengisi resesnya di Desa Nagarawangi Kecamatan Rancakalong bersama sejumlah penggiat kelompok tani setempat

RADARSUMEDANG.ID–Kelompok tani Desa Nagarawangi Kecamatan Rancakalong sukses membudidayakan magot. Dari bisnis larva lalat jenis Black Soldier Fly (BSF), tidak saja menghasilkan pundi-pundi uang tetapi juga sekaligus memanfaatkan sampah organik menjadi lebih bernilai.

Ketua Kelompok Tani Desa Nagarawangi Yudi menjelaskan magot adalah tahap proses larva dari serangga sementara masyarakat awam lebih mengenalnya dengan istilah belatung. Magot sendiri berasal dari telur lalat BSF (Black Soldier Fly) atau lebih dikenal dengan nama lalat tentara hitam. Lalat ini dapat menghasilkan magot dengan kadar protein hingga 40% lebih.

“Magot biasanya digunakan sebagai umpan untuk memancing ikan dan yang paling banyak digunakan untuk pakan ternak. Karena magot memiliki kadar protein yang tinggi sehingga baik untuk kesehatan hewan ternak seperti ayam, ikan lele dan bebek,” jelas Yudi didampingi ketua forum kelompok tani kecamatan Rancakalong Utang Kurniadi saat reses ke-3 tahun 2020 anggota DPRD Jabar Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) H Ridwan Solichin di balai pertemuan kelompok tani setempat, Sabtu (4/7/2020).

Pria paruh baya yang biasa dipanggil kang Yudi ini, menjelaskan awal kelompok tani yang dipimpinnya belajar membudidayakan magot dari internet kemudian dipraktekkan sampai berhasil. “Usaha ini terbilang masih baru, baru berjalan 3 bulan,” ujar Kang yudi.

Lebih lanjut kang Yudi mengatakan dalam pengembangan budidaya magot atau yang juga dikenal pula dengan nama black solder fly ini dengan modal awal adalah sampah organik. “Kami dapatkan sampah yang dibuang oleh warga sekitar, sampah tersebut kemudian dikumpulkan untuk media budidaya belatung,” urainya.

Belatung jenis ini menurut Yudi makanannya sangat selektif hanya sayuran, buah-buahan dan daun yang sudah membusuk. Belatung magot yang diproduksi dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ternak ayam, ternak ikan dan ternak burung. Selain itu, bisa juga untuk pakan lele yang menurutnya bisa menghemat 50% dari biaya pakan lele buatan pabrik.