Poktan Nagarawangi Kecamatan Rancakalong Sukses Budidaya Magot di Tengah Masa Pandemi

oleh -
Kang RinSo saat mengisi resesnya di Desa Nagarawangi Kecamatan Rancakalong bersama sejumlah penggiat kelompok tani setempat

Lebih lanjut diceritakan Yudi, bahwa belatung magot bukan hanya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, tetapi sisa medianya juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik karena kaya protein sehingga baik untuk tanaman.

“Saat ini pesanan belatung magot sangat tinggi sehingga kami cukup kewalahan melayani para pelanggan yang berasal dari Bandung dan Sumedang sendiri,” ujarnya

Salah satu kendala yang dihadapi kang Yudi beserta anggotanya dalam budidaya belatung magot ini adalah masalah permodalan, sehingga pihaknya belum bisa melayani semua pesanan dari pembeli.

Dalam satu bulan kelompok tani magot Desa Negarawangi baru bisa berhasil menjual 15 kg belatung. Harga belatung Rp 8.000 per kg dan telur belatung dijual Rp 25.000 per Kilogram.

“Untuk itu harapan kami dengan kunjungann reses bapak anggota DPRD provinsi Jawa Barat F-PKS bapak Ridwan Solichin ini, ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Pemerintah Jawa Barat beserta dinas terkait untuk lebih dirangkul agar usaha budidaya belatung magot Desa Nagarawangi bisa berkembang,” urainya.

Menanggapi hal tersebut, aleg muda kharismatik yang akrab disapa kang Rinso ini, sangat mengapresiasi usaha budi daya magot kelompok tani Desa Nagarawangi dari media sampah yang akhirnya menjadi berkah, dan kedepannya akan memberi stimulan program untuk kelompok tersebut.

Selain tersebut kang Rinso yang duduk di komisi 1 (bidang pemerintahan) DPRD Jabar ini, berjanji akan menyampaikan aspirasi kelompok tani tersebut kepada pemerintah. “Insya Alloh mohon dukungannya Saya akan berusaha untuk menyampaikan aspirasi bapak-bapak baik Kabupaten Sumedang maupun pemerintah provinsi Jawa Barat,” tandas Rinso.