Idong Jalani Operasi Pasang Ring Tanpa Biaya Berkat JKN-KIS

oleh -

KOTA – Untuk mendapatkan tingkat kesehatan yang berkualitas, masyarakat perlu merogoh korcek yang sangat dalam. Hal inilah yang di rasakan oleh Idong (68), seorang buruh tani yang tinggal di Dusun Sukamulya Desa Nagarawangi Kecamatan Rancakalong.

Keseharian yang ia miliki dimaksimalkan sehari-hari untuk menjalankan usaha palawija jahe merah. Ia menceritakan kisahnya merasakan hidup kembali, setelah ia berhasil melewati operasi pemasangan ring jantung di Rumah Sakit Sumedang. Kini ayah satu anak ini dapat kembali menjalankan usaha tani yang dijalankan setiap harinya.

Di sela kesibukannya, ia bercerita dan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan dan masyarakat yang sudah ikut serta berpatisipasi dalam membangun Program JKN-KIS. Berkat gotong royong membayar iuran, dirinya dapat membiayai operasi jantungnya.

“Sudah beberapa bulan belakangan tahu kalau saya sakit jantung. Ketika saya melakukan pemeriksaan di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, dokter merekomendasikan untuk pemasangan ring. Disitu saya sudah kira-kira biayanya pasti besar. Saya taksir kalau pakai biaya sendiri saya tidak akan sanggup. Di situlah saya bersyukur sekali,” ujar Idong.

Awalnya, Idong belum begitu terbuka dengan keberadaan Program JKN-KIS. Kendati menjadi peserta JKN-KIS, Idong lebih memilih berobat dengan membayar secara pribadi. Masih ada kekhawatiran kalau dirinya mengalami di nomor duakan saat berobat menggunakan kartu JKN-KIS.

Pada akhirnya keteguhan hati Idong pun padam, setelah dokter meminta dirinya menjalani rangkaian operasi pemasangan ring jantung. Hal yang tidak pernah dibayangkan oleh Idong, yang dirinya tahu satu tindakan operasi jantung biasanya memakan biaya yang sangat mahal berkisar antara 30 juta sampai 50 juta untuk satu ring saja. Belum termasuk biaya rawat inap, perawatan dan obat pasca operasi yang seluruhnya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya himbau kepada masyarakat, untuk mendaftar BPJS Kesehatan (Program JKN-KIS). Berkat BPJS Kesehatan inilah saya bisa pasang ring sampai ke Rumah Sakit Sumedang. Justru pakai JKN-KIS, saya rasa malah jadi lebih bagus, rujukannya sampai ke Sumedang, karena di RS sumedang juga sudah ada pemasangan PCI (Pasang Ring),” ungkap Idong.

Melalui pengalamannya tersebut, Idong akhirnya telah membuktikan sendiri pelayanan tanpa diskriminasi yang ia terima. Tanpa pandang bulu, ia berharap Program JKN-KIS dapat membantu orang lain, yang membutuhkan biaya besar dan membutuhkan pertolongan untuk berobat. (Rls).