Jangan Lupakan Peran Besar Ulama dan Pesantren dalam Tegaknya NKRI

oleh -
Bertindak sebagai moderator FGD KH Iman Budiman

RADARSUMEDANG.ID--Banyak tokoh ulama dan kyai dari kalangan pesantren yang berperan besar dalam berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demikian terungkap dalam focus groud discussion (FGD) yang digelar DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Jawa Barat melalui zoom meeting, Sabtu (15/8/2020) lalu di Bandung.

Salah seorang narasumber FGD yang bertajuk ‘Ulama dan Pesantren sebagai Pelopor Ketahanan NKRI dan Kebangkitan Ekonomi Ummat’, Wakil Ketua Bidang Pembangunan Keummatan dan Dakwah DPP PKS KH. Mahmud Mahfudz, Lc., MH mengulas sejumlah tokoh penting ulama dan pesantren yang berjasa sebagai pelopor ketahanan NKRI dan kebangkitan ekonomi ummat.

KH Mahmud membagi kiprah ulama yang berjasa dalam berdirinya negara ini ke dalam tiga masa, yakni masa sebelum merdeka, masa saat merebut kemerdekaan dan setelah merdeka.

“Sejarah membuktikan banyak tokoh ulama di nusantara yang paling terdepan dalam mengusir penjajah Belanda di masa VOC seperti Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Antasari, Pangeran Diponegoro, Tengku Cik Di Tiro, Tengku Umar, Cut Nyak Dhien, sebagian besar melawan Belanda dengan semangat jihad fi sabilillah,” ulas KH Mahmud mengawali pemaparannya.

Di masa sebelum merdeka pula, peran ulama dan tokoh cendekia muslim terbilang paling depan dalam mengobarkan semangat melawan penjajahan negara Hindia Belanda. Jika dahulu berjuang dengan jalan berperang langsung, di masa setelah Politik Etis ini, para ulama dan cendekia muslim ini berjuang dengan mendirikan organisasi-organisasi Islam.

“Sebut saja Serikat Dagang Islam yang berkembang menjadi Sarekat Islam dengan tokoh KH Samanhudi (1905) dan HOS Tjokroaminoto (1912), awalnya organisasi ini memperjuangkan ekonomi umat Islam dan akhirnya berkembang kepada syiasah atau politik. Terlebih HOS Tjokroaminoto mengobarkan semangat pemerintahan pribumi sendiri,” terang KH Mahmud Mahfudz.