Bupati Sumedang Serahkan Insentif Daerah kepada 875 Guru Madrasah Non PNS

oleh -

RADARSUMEDANG.ID-Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir secara simbolis menyerahkan bantuan insentif kepada 875 orang guru madrasah non PNS di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Rabu (19/8).

Hadir dalam penyerahan insentif kepada 875 orang guru madrasah non PNS ini, Kepala Kemenag Kabupaten Sumedang beserta para pejabat struktural.

Dalam sambutannya Bupati Sumedang H.Dony Ahmad Munir mengatakan, pemberian insentif bagi para guru madrasah non PNS  itu diharapkan bisa berkelanjutan dan meningkat dalam jumlah yang diberikan.

“Saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang baru bisa memberikan sebesar Rp 500 ribu. Jika dilihat jumlah nominalnya memang sangat jauh dari kata cukup,” kata Bupati.

Selain menyerahkan insentif, Bupati juga meberikan bantuan satu unit mobil operasional untuk menunjang kegiatan Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI)Kabupaten Sumedang.

Lebih lanjut Bupati menambahkan, bantuan tersebut merupakan tahap awal. Kedepannya Bupati memastikan insentif akan terus bergulir, termasuk kendaraan operasional untuk mendukung mobilisasi PGMI akan diberikan unit  baru.

Lebih jauh dikatakan Bupati Sumsedang, bahwa tahun ini setiap anak yang akan masuk SMP dan MTs harus mempunyai ijazah TPA dan diniyah takmiliyah.

“Ini merupakan hasil koordinasi yang baik antara Pemerintah Daerah dan Kantor Kementerian Agama,” ucapnya.

Bupati Sumedang juga mengucapkan terima kasih kepada para guru yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran dalam mencerdaskan bangsa serta mendidikan moral untuk kemajuan bangsa.

“Kinerja Kementerian Agama sangat luar biasa, terima kasih Pak Kemenag yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran dalam mendukung Pemerintah Daerah,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Kemenag Sumedang H.Hasen mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sumedang yang telah memberikan bantuan insentif bagi para guru madrasah non PNS dan bantuan mobil sebagai sarana pendukung PGMI DPD Kabupaten Sumedang.

”Hal ini merupakan sebuah awal yang sangat bagus bagi peningkatan kesejahteraan guru madrasah non PNS non Insentif,” ujar Hasen.(*/rik)