Isilah Kemerdekaan dan Tahun Baru Hijriyah dengan Perbanyak Mencari Ilmu

oleh -
H Sa'dulloh (berdiri) memberikan sambutannya dalam acara peringatan tahun baru hijriyah dan tasyakur kemerdekaan RI, Rabu (19/8/2020) malam

RADARSUMEDANG.ID–Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia pada tahun ini momentumnya berdekatan dengan awal tahun baru Islam 1442 hijriyah. Oleh karenanya jadikan peringatan Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dan tahun baru hijriyah ini dengan perbanyak mencari ilmu.

Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungkerta Sumedang Jawa Barat, H Sa’dulloh, dalam peringatan menyambut tahun baru Islam 1442 Hijriyah dan tasyakur hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, Rabu malam (19/8/2020).

Memperingati Tahun Baru Hijriyah, menurut H Sa’dulloh maknanya meninggalkan hal yang jelek menuju hal yang lebih baik. “Hal-hal yang jelek di tahun sebelumnya harus ditinggalkan dan mengisi tahun baru kedepan dengan hal-hal yang lebih baik. Menuntut ilmu ke Pesantren, itu bentuk Hijrah dari kebodohan menuju ke arah yang baik,” kata H Sa’dulloh.

Tentunya yang namanya mencari ilmu, lanjut H Sa’dulloh pasti banyak cobaan dan godaanya. “Siapa yang kuat dan mampu menghadapi godaan dan rintangan tersebut, itulah orang-orang yang akan sukses. Dan orang sukses itu perlu usaha dan ikhtiar,” tutur H Sa’dulloh.

Untuk itu, H Sa’dulloh agar rela bersusah payahlah saat ini dalam mencari ilmu, itu sebagai bentuk ikhtiar dan usaha supaya di kemudian hari bisa menjadi orang yang senang. “Kalau hari ini ketika menjadi santri sudah senang-senang duluan, maka di kemudian hari akan menjadi orang susah. Orang-orang yang tidak mampu menghadapi kesusahan dan keprihatinan ketika di pesantren, jangan harap di kemudiam hari menjadi orang-orang yang senang,” pesannya.

Oleh karenanya, jadikanlah momentum tahun baru Hijriyah ini sebagai hijrah dari yang asalnya males-malesan dalam mencari ilmu, menjadi lebih giat dan rajin. “Yang tadi males ngaji, jadi lebih rajin lagi ngajinya. Yang tadinya suka males dalam beribadah, jadi lebih giat lagi ibadahnya,” tegasnya lagi.

“Mulai awal tahun baru Hijriyah ini, marilah jadikan Hijrah dari hal-hal yang tidak baik menuju hal-hal yang lebih baik,” tutup H Sa’dulloh. (*/rik)