Ditargetkan Sedot Wisatawan, Kampung Makmur Bakal Tata Cipanas Sekarwangi

oleh -
Ilustrasi Cipanas Sekarwangi (foto: net)

RADARSUMEDANG.ID – Objek wisata Cipanas Sekarwangi di Desa Sekarwangi Kecamatan Buahdua akan dieksplor sumber daya alamnya. PT. Kampung Makmur akan memanfaatkan keindahan alam Gunung Tampomas sebagai latar belakang Cipanas Sekarwangi.

“Kami akan mencoba mengeksplore itu supaya nanti pengunjung bisa menikmati kolam berendam air panas serta bisa menikmati pemandangan yang ada di sekitar wisata Cipanas Sekarwangi,” kata Direktur PT. Kampung Makmur Hendri Heryanto, saat audiensi dengan Pemdes Sekarwangi dan Bumdes Wibawa Mukti, belum lama ini.

Dikatakan, konsep ini diadaptasi dari beberapa lokasi wisata yang ada di Ciater dan Lembang. Kedua tempat wisata itu memanfaatkan sebagian besar natural viewnya.
Dijelaskan, untuk segmen para pengunjung pihaknya akan mencoba mendatangkan wisatawan-wisatawan dari luar Sumedang.

Menurutnya, ketika jalur tol sudah dibuka di wilayah ini akan ada exit tol Sindokayu, sekitar 6 km dari lokasi wisata Cipanas Sekarwangi. Hal itu akan memudahkan masyarakat yang ada di luar Sumedang untuk bisa mengunjungi wisata air panas.

“Di jalan kabupaten Conggeang Buahdua sendiri ada dua tempat pemandian cipanas. Yaitu, Cipanas Cileungsing dan Cipanas Sekarwangi, keduanya akan dikolaborasikan sehingga akan bisa mengembangkan potensi di Desa Sekarwangi khususnya, dan Sumedang pada umumnya,” tuturnya.

Hendri mengatakan, sarana utama yang akan dibangun adalah tempat pemandian air panas. Kemudian, restoran agar pengunjung bisa menikmati hidangan-hidangan khas Sumedang maupun nasional.

“Kedepannya, akan disediakan sarana meeting room agar perusahaan atau instansi bisa memanfaatkannya. Akan dibangun juga foto spot, dimana para pengunjung bisa melakukan selfi dengan background pemandangan Gunung Tampomas.

Hendri menjelaskan, di luar lokasi wisata air panas sepanjang jalan Conggeang, pihaknya berencana akan membuat kawasan homestay-homestay bagi pengunjung yang akan menikmati wisata 24 jam dan terkendala dengan penginapan.

“Kami akan memanfaatkan masyarakat yang mempunyai pemukiman di pinggir jalan untuk bisa dijadikan homestay. Sehingga, wisatawan bisa menginap di sekitar itu. Tentunya, dengan standar standar yang sudah kita tentukan supaya aspek pelayanan, kebersihan dan kenyamanan pengunjung bisa dinikmati,” katanya. (gun)