Besok Jakarta PSBB, Ini Aturan Yang Harus Dipatuhi

oleh -
Ilustrasi / Radar Bogor

JAKARTA-RADAR BOGOR, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat di wilayah ibu kota mulai Senin, 14 September 2020 hingga Jumat, 25 September 2020.

Kendati berlangsung secara ketat, ojek online (Ojol) tetap boleh mengangkut penumpang dan barang saat PSBB mulai diberlakukan.
Namun Ojol diwajibkan menjaga protokol kesehatan yang ketat, terutama memakai penyekat badan dengan penumpang.

“Motor berbasis aplikasi diperbolehkan untuk mengangkut barang dan penumpang, dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” tegas Anies saat konferensi pers di Balaikota Jakarta, Minggu (13/9/2020). “Dan detail aturan ini akan disusun SK Kepala Dinas Perhubungan,” katanya lagi.

PSBB Jakarta juga mengatur kapasitas penumpang kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi hanya boleh mengangkut maksimal satu baris mobil diisi 2 orang. Namun aturan ini tidak berlaku jika seluruh penumpang mobil satu tempat tinggal atau satu keluarga.

“Tapi bila tidak satu domisili, maka harus mengikuti ketentuan maksimal 2 orang per baris,” jelas Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerbitkan Pergub No 88 Tahun 2020 mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan kembali diterapkan di DKI Jakarta mulai 14 September 2020.

Dalam aturan itu, restoran hingga kafe dilarang untuk melayani makan di tempat atau dine in.

“Beberapa tempat kegiatan yang bisa beroperasi tapi dengan kondisi tertentu, restoran, rumah makan, kafe, bisa beroperasi hanya dengan memberikan pengantaran atau ambil bawa pulang,” jelasnya.

“Tetapi tidak diizinkan untuk menerima pengunjung untuk makan di tempat,” kata Anies dalam jumpa pers itu.

Anies mengatakan restoran hingga kafe di DKI Jakarta hanya diperbolehkan untuk melayani pesanan yang dibawa pulang atau pesan antar. “Beroperasi bisa, tapi hanya untuk pesan antar atau bawa pulang,” ujarnya.

“Tempat ibadah di lingkungan pemukiman yang digunakan oleh warga ini dapat beroperasi dengan kapasitas 50%,” kata Anies.
Namun, rumah ibadah yang dikunjungi berbagai komunitas dilarang untuk beroperasi. Hal yang sama juga berlaku untuk tempat ibadah yang berada di zona merah.

“Tempat ibadah yang dikunjungi peserta dari berbagai komunitas berbagai lokasi dan tempat ibadah di kampung-kampung kompleks yang zona merah itu tidak diizinkan untuk beroperasi,” katanya.
“Jadi misalnya Masjid Raya harus ditutup dulu, tapi tempat ibadah di komunitas tetap bisa dijalankan,” tuturnya.