Anggota Komisi 1 DPRD Jabar Apresiasi Bimtek Pengurus Bumdes Sindanggalih

oleh -
Anggota Komisi 1 DPRD Jawa Barat H Ridwan Solichin (kanan) memberikan cenderamata kepada Kepala Desa Sindanggalih

RADARSUMEDANG.ID–Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sindanggalih Kecamatan Cimanggung harus mampu mengoptimalkan seluruh potensi desa dengan melibatkan seluruh pihak untuk mencapai tujuan bersama yakni maju dan berkembangnya Bumdes yang pada akhirnya mampu mensejahterakan seluruh masyarakat desa.

Demikian disampaikan Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin saat mengawali materinya dalam acara Bimtek Pengurus Bumdes, Sabtu (26/9/2020) di Kantor Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung yang berada di Jalan Raya Parakanmuncang-Simpang KM 22.

Di hadapan sejumlah peserta bimtek yang merupakan para pengurus bumdes dan perwakilan forkompimdes, aleg F-PKS yang membidangi pemerintahan di DPRD Jabar ini mengulas tentang pentingnya keberadaan bumdes.

Setelah disahkannya Undang-Undang Desa tahun 2014, desa memiliki kewenangan untuk mandiri dan bisa menghasilkan pendapatan sendiri. “Maka sejak itu banyak hal bisa dilakukan oleh desa untuk meningkatan pundi-pundi pendapatan sendiri. Termasuk dengan didirikannya bumdes itu sendiri tentu dalam upaya mandiri dengan pendapatan sendiri,” urai pria yang akrab disapa Kang RinSo.

Penggagas Gerakan Desa Sukses ini menambahkan dalam praktiknya pendirian bumdes sendiri banyak terjadi sejumlah tantangan dan kendala di lapangan. “Sudah menjadi masalah umum seperti kekurangan SDM yang dimiliki bumdes di setiap desa dan paradigma tentang kesuksesan sebuah bumdes hanya dilihat dari banyak sedikitnya pembangunan yang sudah dikerjakan,” jelasnya.

Dengan digelarnya pelatihan bagi para pengurus bumdes, Sekretaris F-PKS DPRD Jabar ini sangat mengapresiasi dengan harapan bisa menghasilkan SDM bumdes yang profesional dan mampu mengembangkan dan memajukan bumdes sebagai amanah Undang Undang Desa yang mencita-citakan desa sebagai pusat perekonomian yang baru.

“Acara-acara pelatihan seperti ini (bimtek, red) harus digelar rutin untuk terus mengembangkan kualitas SDM atau pengurus bumdes, sehingga tujuan desa mandiri bisa tercapai. Dengan begitu masyarakat desa betah tinggal di desanya dan tidak perlu pergi ke kota untuk memperbaiki nasib ekonominya,” tandas RinSo.

Terkait dengan Gerakan Desa Emas yang ingin diikuti Desa Sindanggalih, Kang RinSo pun memberikan apresiasi, karena hingga saat ini model gerakan masyarakat desa baru yang merupakan model dari Saemaul Undong asal Korea Selatan ini telah diadopsi 33 negara di seluruh dunia.

“Kunci dari Saemaul Undong ini semakin banyak kau beri, semakin banyak kau dapat. Semakin banyak kau ambil, semakin banyak kau berkurang. Untuk itu kunci utama menjalankan Gerakan Saemaul itu adalah pada spirit Pantang menyerah, Berdikari dan Gotongroyong,” pungkas RinSo. (*/rik)