F-PKS Gelar Lomba Pidato Tokoh Bangsa Agar Generasi Bangsa Tidak Buta Sejarah

oleh -

RADARSUMEDANG.ID—Fraksi PKS DPR RI akan menggelar lomba pidato biografi tokoh-tokoh bangsa. Lima tokoh bangsa yang dipilih adalah KH Hasyim Asy’ari (Pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), Bung Karno, Bung Hatta dan Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin mengatakan lomba ini digelar bertujuan agar generasi bangsa makin mengenal, mengetahui dan meneladani tokoh-tokoh bangsa.

“Fraksi PKS ingin agar generasi bangsa tidak buta sejarah hingga melupakan sejarah, yang di dalamnya juga sangat kuat peran ulama,” kata Ridwan Solichin, dalam keterangan persnya.

Menurut politisi muda PKS yang akrab disapa Kang RinSo, dibutuhkan pendekatan pembelajaran, pendidikan, termasuk kampanye publik yang kreatif agar generasi muda tertarik mempelajari hingga meneladani para tokoh bangsa. Salah satu instrumen yang dipilih Fraksi PKS adalah melalui lomba pidato.

Apa yang Fraksi PKS lakukan selama ini, lanjut Anggota Komisi I DPRD Jabar ini adalah upaya untuk menumbuhkan literasi sejarah. Fokus utama adalah agar generasi bangsa memiliki kesadaran sejarah dan warisan tokoh-tokoh besar, yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

“Dengan begitu maka generasi muda bukan saja paham sejarah, tapi juga mengerti bagaimana harus bersikap dalam menjaga keindonesiaan,” tandasnya.

Indonesia, sambung RinSo, dibangun dengan pemikiran dan gagasan yang besar dari para tokoh bangsa. Ada tokoh umat yang sangat kuat khidmatnya seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan hingga melahirkan ormas Islam terbesar NU dan Muhammadiyah.

“Kedua ormas Islam ini yang membimbing umat Islam sebagai mayoritas di negeri ini agar memiliki karakter rahmatan lil alamin dengan paham keagamaan yang moderat (washatiyah) dan berkemajuan,” ungkapnya.

Fraksi PKS juga ingin publik lebih mengenal Panglima Besar Jenderal Sudirman. Tokoh yang memimpin perang gerilya zaman revolusi fisik, panglima besar pertama Tentara Keamanan Rakyat (cikal bakal TNI) yang berangkat dari rakyat biasa, sangat aktif di pergerakan Muhammadiyah sejak muda, dan terkenal sangat taat beragama (relegius). Karakter ini yang menurut RinSo mampu meningkatkan semangat perlawanan penjajahan yang kuat pada pasukan TKR masa itu.

Kegiatan-kegiatan seperti ini bakal rutin digelar F-PKS agar bangsa Indonesia makin memahami dan meneladani pikiran, gagasan, dan sikap hidup yang menjadi pondasi bagi kebangsaan dan kemajuan Indonesia di masa yang akan datang.

Lomba yang digelar dalam rangka memperingati 16 tahun FPKS DPR RI Manunggal Bersama TNI Mencintai dan Merawat Indonesia dan memperingati 92 Tahun Sumpah Pemuda menyediakan total hadiah Rp 40 juta untuk periode 25 September – 27 Oktober 2020.

Adapun ketentuannya terbuka untuk umum, minimal SMA sederajat, memilih salah satu tokoh dengan durasi 5-10 menit.

“Peserta harus mengunggah video pidato melalui media sosial masing-masing dan tag akun media sosial Fraksi DPR RI dan juga lima teman, serta mengirimkan link pada contack person panitia,” ungkapnya.(*)