Dunia Usaha Kembali Bangkit dengan Beralih ke Bisnis Adaptif Pandemi

oleh -
Owner Nafira Collection Hj Nafisa Sariningsih memperlihatkan produksi masker kain batik

RADARSUMEDANG.ID–Di tengah lesunya dunia usaha sebagai imbas pandemi Covid-19, namun bagi pelaku UMKM jenis konveksi adanya pandemi ini memberikan peluang usaha tersendiri.

Karena adanya protokol kesehatan yang mengharuskan memakai masker, maka sebagain pelaku usaha konveksi mulai banting setir sejak awal pandemi dengan memproduksi masker kain yang memiliki standar kesehatan.

Seperti dialami Nafira Collection Batik & Fashion yang bergerak di usaha pembuatan batik Kasumedangan dan konveksi. Owner Nafira Batik Collection Hj Nafisa Sariningsih membenarkan jika usaha pembuatan batiknya banyak terkena dampak pandemi. Namun, setelah mencari alternatif di tengah kondisi sulit akhirnya terpikirkan untuk memproduksi masker kain batik.

Bunda Nafisa, panggilannya, mengajak para pelaku usaha lainnya untuk tidak ragu mencari celah alternatif usaha lain yang bisa adaptif di tengah kondisi sulit seperti sekarang ini. “Pasti ada cara lain untuk bisa terus melangsungkan usaha, seperti sekarang kami banting setir memproduksi masker kain batik,” tutur Bunda Nafisa, Rabu (7/10/2020).

Pasalnya, dengan tingginya permintaan masker kain dianggap memberikan peluang usaha yang menjanjikan. “Misalnya seperti yang kami lakukan saat ini, dengan memproduksi dan menjual produk masker dari kain batik yang sedang dibutuhkan untuk pencegahan dari penyebaran virus itu,” terang Bunda Nafisa.

Wanita berkacamata ini yang juga anggota UMKM dan Wakil Ketua Bidang Usaha Ekraf DPC IWAPI Sumedang ini menjelaskan, sebagai pelaku usaha tidak boleh patah arang dalam menghadapi kondisi sesulit apapun.

“Karena pasti di setiap kondisi sesulit apapun masih ada harapan atau kesempatan usaha,” tukasnya.

Dengan diterapkannya kebijakan social distancing (pembatasan sosial) di tengah wabah Covid-19 pun, menurut Bunda Nafisa pelaku usaha juga perlu mengoptimalkan peluang bisnis secara online dengan membuka toko online di situs marketplace.

“Kemudian yang sudah punya online offline delivery, yang sudah UKM tapi punya online lebih punya kesempatan dengan cepat switch (beralih),” sarannya.

Di tengah pandemi Covid-19, pelaku usaha pun perlu lebih selektif untuk memasarkan produknya, dengan menyaring pelanggan dan produk yang dipasarkan.

“Customer mana yang harus dilayani secara empati dan juga responsif. Kemudian produk mana yang harus diamankan pricing-nya,” tambahnya.(*/rik)