Selama Pandemi Permintaan Masker Batik Kasumedangan Meningkat

oleh -
Selama pandemi diakui Nafira Collection permintaan akan masker batik meningkat bahkan pesanan datang dari berbagai daerah seperti Bandung dan Jakarta.

RADARSUMEDANG.ID–Di tengah lesunya dunia usaha sebagai imbas pandemi Covid-19, namun bagi pelaku UMKM bidang konveksi adanya pandemi ini memberikan berkah tersendiri. Karena adanya protokol kesehatan yang mengharuskan memakai masker, maka sebagain pelaku usaha konveksi mulai banting setir sejak awal pandemi dengan memproduksi masker kain yang memiliki standar kesehatan.

Seperti dialami Nafira Collection Batik & Fashion yang bergerak di usaha pembuatan batik Kasumedangan dan konveksi. Owner Nafira Batik Collection Hj Nafisa Sariningsih membenarkan jika usaha pembuatan batiknya banyak terkena dampak pandemi. Namun, setelah mencari alternatif di tengah kondisi sulit akhirnya terpikirkan untuk memproduksi masker kain batik.

Bunda Nafisa, panggilannya, mengajak para pelaku usaha lainnya untuk tidak ragu mencari celah alternatif usaha lain yang bisa adaptif di tengah kondisi sulit seperti sekarang ini. “Pasti ada cara lain untuk bisa terus melangsungkan usaha, seperti sekarang kami banting setir memproduksi masker kain batik,” tutur Bunda Nafisa.

Pasalnya, dengan tingginya permintaan masker kain dianggap memberikan peluang usaha yang menjanjikan. “Misalnya seperti yang kami lakukan saat ini, dengan memproduksi dan menjual produk masker dari kain batik yang sedang dibutuhkan untuk pencegahan dari penyebaran virus itu,” terang Bunda Nafisa.

Wanita berkacamata ini yang juga anggota UMKM dan Wakil Ketua Bidang Usaha Ekraf DPC IWAPI Sumedang ini menjelaskan, sebagai pelaku usaha tidak boleh patah arang dalam menghadapi kondisi sesulit apapun.

“Karena pasti di setiap kondisi sesulit apapun masih ada harapan atau kesempatan usaha,” tukasnya.

Dengan diterapkannya kebijakan social distancing (pembatasan sosial) di tengah pandemi Covid-19 pun, menurut Bunda Nafisa pelaku usaha juga perlu mengoptimalkan peluang bisnis secara online dengan membuka toko online di situs marketplace.

“Kemudian yang sudah punya online offline delivery, yang sudah UKM tapi punya online lebih punya kesempatan dengan cepat switch (beralih),” sarannya.

Diakui Bunda Nafisa pesanan masker berbahan kain dengan motif batik yang dibuatkan khusus, (bukan kain batik sisa) tidak hanya dari Sumedang saja, tetapi juga dari luar daerah banyak yang memesan.

“Karena banyak dipublikasikan berbagai media juga tentang masker batik Kasumedangan yang unik dan fashionable dan dengan gencarnya diposting di media sosial, Alhamdulillah pesanan masker batik Kasumedangan berdatangan dari luar Sumedang seperti Jakarta dan Bandung,” ungkapnya.

Yang terbilang unik, bagi customer tidak perlu memesan dalam jumlah yang banyak. “Bagi yang tertarik kami melayani juga pemesanan masker batik yang sifatnya custom atau sesuai keinginan sendiri si pemesan, mau warna bagaimana, mau motif seperti apa, dan jumlahnya pun bebas, melayani jumlah di bawah 10 pcs,” terangnya.(rik)