Maulid, Momentum Teladani Ghirah Muda Nabi Muhammad SAW

oleh -
SMAIT Insan Sejahtera Sumedang menggelar kajian memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (30/10/2020)

RADARSUMEDANG.ID–Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabi’ul Awal 1442 Hijriyah, SMAIT Insan Sejahtera Sumedang menggelar kajian dengan penceramah Ustadz Atep di Masjid Shalahudin Al Ayyubi Lantai 1 Perum Kampung Toga Blok G 1 Desa Sukajaya Sumedang, Jumat (30/10/2020).

Karena masih bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020, dalam kajian tersebut mengangkat tema “Membangun Ghirah Semangat Muda dengan Meneladani Nabi Muhammad SAW”.

Di hadapan para peserta kajian yang merupakan para guru dan tenaga kependidikan SMAIT Insan Sejahtera, Ustadz Atep menyampaikan pentingnya memperingati Maulid Nabi bukan hanya sekadar seremoni semata.

“Tetapi harus menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk membangun ghirah pada diri setiap muslim untuk dapat meneladani Nabi Muhammad SAW di masa kini dalam segala bidang kehidupan kita,” terang Ustada Atep.

Karena sesungguhnya, lanjut Ustadz Atep, tidak ada teladan yang sempurna pada diri manusia selain suri teladan yang ada pada Nabi Muhammad SAW. “Beliau Nabi akhir zaman junjungan umat Islam, teladan semangat yang bisa kita petik dari Baginda Nabi Muhammad SAW misalnya sejak muda Beliau tidak berhura-hura tetapi sudah sibuk berniaga ikut sang paman ke Syam dan menjadi pengusaha muda yang disegani,” ulas Ustadz Atep.

Begitupun pada usia masih relatif muda, lanjut Ustadz Atep, Nabi Muhammad mendapatkan kenabiannya. “Jadi jelas sudah, ghirah yang bisa diambil dari Nabi Muhammad sangat sempurna masa mudanya penuh teladan bagi kita semua yang muda-muda saat ini,” urainya lagi.

Sementara itu, Wakil Kepala SMAIT Insan Sejahtera Melinda, S.Si menuturkan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini berbeda dari sebelumnya. Pasalnya tahun ini masih berada di suasana pandemi Covid-19.

“Kalau tahun sebelumnya belum pandemi, nah sekarang digelar sesuai dengan protokol kesehatan sebagai ikhtiar upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Semua peserta wajib jaga jarak, memakai masker, dan terlebih dahulu mencuci tangan dengan sabun,” tutur Melinda.

Dengan kajian Maulid Nabi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas SMAIT Insan Sejahtera, walaupun di tengah pandemi harus tetap memiliki semangat muda sebagaimana ghirah tersebut ada pada pribadi Nabi Muhammad SAW.(*/rik)