Nilai Banprov Menurun, Dewan Provinsi Sangat Menyayangkan

oleh -
Sekretaris FPKS DPRD Jabar H Ridwan Solichin

RADARSUMEDANG.ID–Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin turut menyayangkan dengan menurunnya nilai Bantuan Provinsi tahap ke-3 yang akhir-akhir ini mulai dibagikan ke warga penerima.

“Kami sangat menyayangkan dengan terjadinya penurunan nilai bantuan tahap ketiga ini. Harusnya Pemprov memberitahukan alasan kepada masyarakat dengan adanya penurunan nilai tersebut,” ujar pria yang karib dipanggil Kang RinSo, kemarin (30/10/2020).

Pasalnya, menurut Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jabar ini, kondisi sosial ekonomi di masyarakat belum sepenuhnya pulih lantaran dampak dari pandemi Covid-19 ini. “Belum tepat juga karena kondisi sosial ekonomi di masyarakat belum sepenuhnya pulih, apalagi bagi para pekerja harian penuruan nilai banprov ini sangat memberatkan,” tandasnya.

Kalaupun memang harus terjadi penurunan nilai banprov, alangkah baiknya Pemprov menyosialisasikan alasan terjadinya penurunan itu. “Jangan membiarkan masyarakat menjadi bertanya-tanya dengan terjadinya penurunan nilai itu. Sebab akan terjadi kesimpang-siuran informasi yang tidak sedap didengar,” ujarnya lagi.

Aleg asal Dapil Sumedang Majalengka Subang ini mengungkapkan banyak menerima pengaduan dari warga penerima banprov terutama dengan menurunnya nilai banprov. “Sebagian besar mengluhkan tidak adanya pemberitahuan kenapa nilai banprov menjadi menurun. Mungkin warga juga tidak mempermasalahkan nilai banprov menurun jika diberitahukan alasannya,” tandasnya.

Padahal lanjut RinSo, Pemprov bisa mengoptimalkan dengan pemberian fasilitas telepon selular pintar yang diberikan kepada para RW se-Jawa Barat. “Padahal bisa disampaikan melalui pesan langsung ke ponsel para RW yang sejak lama difasilitasi Pemprov. Nah, jika begini, pemberian faslitas ponsel bagi para RW ini tidak efektif, artinya pemberian ponsel ini hanya penghamburan anggaran saja,” tandas RinSo.

Sementara itu, dari infromasi yang berhasil dihimpun memang benar telah terjadi penurunan nilai banprov tahap ketiga. Salah seorang warga penerima banprov mengungkapkan penurunan nilai itu terlihat dari isi paket bantuan yang diterima dan jumlah nominal uang.

“Sebelumnya, isi paket bantuan berupa barang atau sembako sebanyak satu dus besar dan jumlahnya lebih banyak dari sekarang yang hanya dikemas dalam kantong. Dulu nominal uangnya Rp 150 ribu sekarang menjadi Rp 100.000,” ungkap salah seorang warga.

Menurutnya, dengan adanya bantuan itu awalnya senang karena sedikit terbantu akan kesulitan kondisi ekonomi saat ini akibat pandemi Covid-19. “Namun seharusnya tidak langsung terjadi penurunan karena dampak pandemi ini masih sangat kami rasakan,” terangnya.(rik)