Bengkel Las Al Munir Kebanjiran Order Wastafel Prokes

oleh -
PRODUKSI WASTAFEL: Pengelola Bengkel Las Al Munir Sumedang, H Budiman (kiri) memperlihatkan pesanan wastafel prokesnya yang melibatkan para pengrajin las setempat.

RADARSUMEDANG.ID—Pandemi Covid-19 telah berimbas ke berbagai bidang kehidupan termasuk dalam sektor usaha mikro menengah kecil (UMKM). Tetapi seiring berjalannya berbagai program pemulihan ekonomi dan program pemerintah dalam mengatasi pandemi, sedikit demi sedikit sektor ekonomi diharapkan pulih kembali.

Seperti yang dialami para pengrajin las besi di kawasan Pager Betis Desa Baginda Kecamatan Sumedang Selatan, selama pandemi Covid-19 praktis pesanan aneka produk las besi menurun drastis.

“Namun, alhamdulillah saat ini kami mulai beraktifitas lagi menekuni usaha las besi lagi dan bisa dapat penghasilan lagi,” ujar salah seorang pengrajin las besi yang tengah mengerjakan pesanan wastafel di Bengkel Las Al Munir yang berada di Jalan Pager Betis Desa Baginda Kecamatan Sumedang Selatan.

Seperti diketahui, adanya protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19 setiap lembaga diwajibkan menyediakan sarana prasarana yang dibutuhkan dalam menjalankan prokes. Salah satunya ketersediaan tempat mencuci tangan atau wastafel yang memadai.

Sementara itu pengelola Bengkel Las Al Munir Sumedang, H Budiman, S.Pd, MM yang juga Kepala MA Plus Al Munir Sumedang mengatakan pihaknya sengaja menggandeng para pengrajin las setempat yang sebelumnya terdampak pandemi secara sosial ekonomi.

“Lebih dari empat orang pengrajin kami libatkan dalam produksi ratusan wastafel prokes pesanan lembaga-lembaga yang memerlukannya. Misalnya saat ini banyak dinas instansi yang memesan, sekolah-sekolah juga banyak membutuhkan, termasuk lembaga pendidikan non formal juga banyak membutuhkan,” ungkap H Budiman.

Diakui H Budiman, dengan adanya pandemi ini juga untuk sekarang ini menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kecil seperti para perajin las ini. “Ya, pandemi telah meluluhlantahkan segala bidang, tetapi saat ini kita mulai bangkit, dan mulai berbalik, adanya pandemi membawa berkah pula, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi,” harapnya.

Dalam proses pengerjaan wastafel, terbilang sederhana, bahan-bahan yang dibutuhkan berupa besi galpanis, yang dipotong-potong dan disambungkan sesuai desain gambar wastafel yang diinginkan. Kemudian setelah dibuatkan rangka dari besi, disiapkan pula wastafel yang sudah jadi yang dibelil dari toko material yang ukuran kecil.

“Nah, setelah kerangka jadi, kemudian dipasang bak wastafelnya, kemudian dipasangkan pula kran airnya dan pipa-pipanya. Wastafelnya benar-benar sederhana dan praktis tapi sangat bermanfaat dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, karena sesuai prokes,” terang H Budiman.

Pada tahap pertama ini, pihaknya telah menerima ratusan pesanan wastafel prokes untuk didistribusikan ke lembaga madrasah diniyah-diniyah di Kabupaten Sumedang. “Setelah selesai proses pengerjaannya nanti akan segera didistribusikan ke diniyah-diniyah di kabupaten Sumedang. Semoga pandemi ini segera berakhir,” pungkas H Budiman.(rik)