Pelajar SDIT Insan Sejahtera Sabet Dua Medali Perunggu dari Dua Ajang Nasional Sekaligus

oleh -
Siswa kelas 6B SDIT Insan Sejahtera Toga Sumedang, Nailah Wafa Ayudia Hariyanto

RADARSUMEDANG.ID–Siswi kelas 6B Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insan Sejahtera Toga Sumedang Nailah Wafa Ayudia Hariyanto berhasil menorehkan prestasi dalam dua ajang kompetisi sains tingkat nasional. Tidak tanggung-tanggung masing-masing kompetisi menyabet medali perunggu.

Medali perunggu pertama diraih dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang digelar lembaga POSI (Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia) tingkat nasional yang dilaksanakan 18 Oktober 2020 lalu.

Sementara itu, medali perunggu kedua diraih dalam ajang Indonesian Youth Science Competition (IYSC) 2020 tingkat nasional yang digelar 25 Oktober 2020. Semua kompetisi ini digelar serentak nasional dan diikuti secara online dari seluruh peserta.

Ketua Yayasan Pendidikan Mitra Insan Sejahtera Hj. Yani Citraeni, S.E., M.M.Pd didampingi Pembina Yayasan Mitra Insan Sejahtera H Harwanto, Ak. MM., CA mengaku bangga dan bersyukur atas raihan prestasi pelajar SDIT Insan Sejahtera Nailah Wafa Ayudia Hariyanto.

“Alhamdulillah, kami ucapkan selamat kepada ananda Nailah Wafa Ayudia Hariyanto siswi kelas 6B SD IT Insan Sejahtera. Semoga menjadi motivasi untuk terus berprestasi kedepannya lebih baik lagi,” ujar Umi Yani, sapaan karibnya, Senin (16/11/2020).

Kepala SDIT Insan Sejahtera Sumedang Destryana Riffandi, SE mengaku bersyukur dengan kondisi pembelajaran daring siswanya memiliki semangat tinggi untuk belajar dan menorehkan prestasi di masa pandemi.

“Alhamdulillah pada event Kompetisi Sains Madrasah yang diselenggarakan oleh POSI secara online, ananda Nailah berhasil meraih medali perunggu secara nasional, begitu juga dalam ajang nasional lainnya IYSC 2020 juga meraih perunggu,” kata Destryana.

Untuk itu, Destryana berpesan kepada para siswa meskipun saat ini masih pandemi dengan belajar daring, namun harus tetap memiliki semangat dalam belajar dan tidak mudah menyerah.

Destryana juga mengungkapkan sebelum mengutus siswa sebagai peserta KSM dan juga IYSC terlebih dahulu melakukan seleksi ketat kepada seluruh siswa. “Setelah kami seleksi maka masuk masa bimbingan dengan guru pembimbing khusus secara intensif,” ungkapnya.(*/rik)