Siap-Siap Cek ATM Tanggal 25 November 2020 Bagi Guru Madrasah non PNS

oleh -

RADARSUMEDANG.ID–Kabar gembira bagi seluruh guru madrasah/RA non PNS atau honorer di Kabupaten Sumedang. Pasalnya sebentar lagi mereka yang tercatat aktif mengajar di Simpatika Kemenag berhak menerima subsidi gaji sebesar Rp 600 ribu per bulan yang akan diberikan untuk tiga bulan, atau akan diterima sebesar Rp 1,8 juta.

Seperti diberitakan sejumlah media online, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani mengemukakan, bahwa petunjuk teknis (Juknis) pencairan bantuan subsidi gaji GTK non PNS di madrasah sudah terbit, termasuk juga juknis pencairan untuk guru PAI Non PNS di sekolah umum.

“Juknis pencairan sudah saya tandatangani kemarin. Sedang disiapkan SK calon penerima bantuan subsidi gaji bagi GTK non PNS di madrasah dan Guru PAI non PNS pada sekolah umum,” kata Muhamad Ali.

Dia mengaku, pencairan subsidi gaji ini akan menjadi kado hari guru nasional di 25 November 2020.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag M Zain, seperti melansir laman Kemenag, Selasa (17/11/2020) menyatakan ada 543.928 guru RA/Madrasah NON PNS yang akan menerima bantuan subsidi gaji dengan anggaran Rp 979.070.400.000

Selain itu, kata Zain, ada 93.480 guru Pendidikan Agama Islam Non PNS di Sekolah Umum yang juga menerima bantuan. Adapun alokasi anggarannya mencapai Rp 168.264.000.000.

“Jadi, total ada 637.408 GTK Non PNS, baik di madrasah maupun PAI pada sekolah umum, yang menerima BSG dengan total anggaran Rp 1.147.334.400.000,” ungkap Zain.

Seperti diketahui program pemberian bantuan subsidi gaji bagi guru madrasah non PNS ini diberikan sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Diharapkan dengan adanya bantuan subsidi gaji ini seluruh guru madrasah non PNS bisa terbantu ekonominya.

Kurnia, salah seorang guru madrasah aliyah swasta di Sumedang mengaku senang jika subsidi gaji guru madrasah non PNS bisa segera cair 25 November ini.

“Kami sangat menyambut baik dengan kabar akan segera cairnya bantuan gaji ini, semoga bisa memberikan dampak pemulihan ekonomi bagi para guru madrasah non PNS,” katanya.(net/rik)