LKKNU Jabar Siap Wujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Keluarga Maslahah

oleh -
Ketua PW LKKNU Jawa Barat Hj Lilis Santika berfoto bersama seluruh peserta rakorwil

RADARSUMEDANG.ID--Pimpinan Wilayah Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PW LKKNU) Provinsi Jawa Barat menggelar acara Rakorwil dan Workshop Bimbingan Perkawinan Keluarga Maslahah, Sabtu (21/11/2020) di Bandung.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung PWNU Jawa Barat tersebut dihadiri oleh 27 Pimpinan Cabang LKKNU di Kab/Kota se Provinsi Jawa Barat.

Rakorwil PW LKKNU Jawa Barat kali ini diselenggarakan dalam rangka konsolidasi antar Pimpinan Cabang LKKNU se-Provinsi Jawa Barat serta bermaksud memberikan penguatan kapasitas (capacity building) kepada pàra Fasilitator bimbingan perkawinan bagi calon pengantin (catin) menuju keluarga maslahah.

Keluarga maslahah merupakan cita-cita yang diharapkan bagi setiap pasangan dalam membina dan membangun bahtera rumah tangga. Sebab konsep keluarga maslahah yang diusung oleh LKKNU diharapkan bisa dibangun oleh para calon pengantin yang akan membina keluarga.

Ketua LKKNU Jawa Barat Ibu Hj.Lilis Santika menuturkan keluarga maslahah adalah sebuah keluarga sebagai miniatur masyarakat yang selain memberikan kemanfaatan kepada internal keluarganya sendiri juga mampu menjadi contoh atau teladan (uswah) kepada lingkungan sekitarnya.

“Oleh karena itu, saya berharap kepada para Fasilitator yang akan membimbing keluarga maslahah perlu memahami tentang konsep keluarga maslahah menurut LKKNU,” tegasnya.

Untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan bangsa harus dimulai dari keluarga. Pasalnya, keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun masyarakat muslim yang kuat dan berintegritas.

“Selain itu, keluarga adalah bagian masyarakat terkecil yang menentukan kemajuan atau kemunduran suatu masyarakat, maka dari itu dibutuhkan konsep keluarga yang kuat serta sesuai dengan keadaan masyarakat Indonesia yang majemuk dan bertoleransi,” jelasnya lagi.

Hj Lilis menjelaskan salah satu konsep keluarga yang mencakup semua hal itu adalah konsep keluarga maslahah. “Konsep keluarga maslahah menurut LKK NU adalah keluarga bahagia yang kebutuhan pokoknya terpenuhi baik sandang, pangan dan papan (maslahah al dlaruriyyat) serta juga dapat berperan penting di tengah masyarakat,” paparnya.

Unsur-unsur pembentukan keluarga maslahah itu, lanjut Hj Lilis terbagi dalam dua hal yakni masalih usrah dan masalih ‘ammah. “Yakni bagaimana menciptakan keluarga sakinah yang bersifat internal, namun juga mampu memberikan keteladanan dan kebermanfaatan bagi terciptanya kemaslahatan dan kesejahteraan umat,” terangnya.

LKK NU Jawa Barat mengajak kepada calon pasangan pengantin yang hendak membangun dan membina keluarga untuk setidaknya mengerti dan memahami pentingnya keluarga maslahah.

Keberadaan keluarga maslahah di tengah masyarakat harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi lingkungan sekitar. “Sehingga keluarga maslahah betul-betul diterima dan dibutuhkan kehadirannya bagi terwujudnya sebuah kehormatan, kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.(*/rik)