Sosialisasikan Empat Pilar, Kang RinSo Ingatkan Peran Umat Islam dalam Lahirnya Pancasila

oleh -
SOSIALISASI: Sekretaris FPKS DPRD Jawa Barat H Ridwan Solichin (tengah) saat menyampaikan materi Citra Bhakti di Aula Asyakir Jatinangor, Selasa (1/12/2020).

JATINANGOR, RADARSUMEDANG.ID–Sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin tidak saja menjalankan tugasnya menjaring aspirasi langsung dari masyarakat di dapilnya tetapi juga ikut menyosialisasikan empat pilar (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI).

Sekretaris FPKS DPRD Jabar ini menggelar sosialisasi empat pilar bertajuk Citra Bhakti Parlemen dalam Sketsa Kebangsaan bersama warga masyarakat dari Dapil 5 (Cimanggung Jatinangor) dan Dapil 6 (Rancakalong, Pamulihan, Tanjungsari, Sukasari) Kabupaten Sumedang di Aula Asyakir yang berada di Perumahan Puri Jatinangor, Selasa (1/12/2020).

Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, acara sosialisasi Chitra Bhakti digelar sesuai protokol kesehatan. Para peserta yang hadir dibatasi maksimal 30 orang yang berasal dari kader, simpatisan dan struktural PKS.

Dalam pemaparannya dewan yang karib disapa Kang Rinso ini menyampaikan bahwa umat Islam di Indonesia memiliki andil besar dalam lahirnya dasar negara Indonesia yakni Pancasila.

“Jika merujuk pada sejarah lahirnya Pancasila yang menjadi dasar negara saat ini tidak lepas dari peran penting tokoh ‘the founding fathers’ (pendiri bangsa, red) yang didalamnya ada tokoh alim ulama seperti KH Agus Salim, KH Wahid Hasyim, Abdul Kahar Muzzakir dan Abikusno Tjkorosuyoso,” ulas RinSo.

Jadi tidak heran, jika isi sila dari Pancasila banyak yang berasal dari ajaran-ajaran Islam, sebab lanjut RinSo para perumus Pancasila ada tokoh-tokoh ulama dan cedekia muslim.

Misalnya, dalam sila pertama menjadi fundamen paling dasar, bahwa hanya tuhan yang paling berkuasa. “Sehingga seluruh rakyat Indonesia adalah setara yang harus mengimplementasikan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, bersatu, menyelesaikan persoalan dengan cara musyawarah, dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat bukan segelintir individu, jelas ini dasarnya dari ketauhidan,” urainya.

Kemudian di dalam sila kedua yakni kemanusiaan yang adil dan beradab adalah rumusan yang diusulkan oleh orang memahami islam. “Karena kata adil dan adab adalah kata dari bahasa arab. Bandingkan dengan usulan bung karno ‘internasionalisme atau kemanusiaan’ saja,” imbuhnya.

Begitupun di dalam sila keempat sesuai perumpamaan dalam bahasa arab “ra’s al-hikmah al-masyurah” pangkal kebijaksanaan adalah musyawarah. Ini merupakan usulan tokoh islam dari KH Agus Salim.

“Sesuai dengan prinsip islam, segala persoalan manusia diselesaikan dengan musyawarah dan bahwa hanya orang tertentu (mencapai derajat dapat mencari hikmah untuk mencapai kebijaksanaan). Hari ini nampak mulai dipersimpangan jalan, karena cara menyelesaikan masalah dengan cara kompetisi penuh baik pemilu maupun voting, yang dapat berakibat terabaikannya kebijaksanaan,” jelas RinSo.

Di akhir sosialisasi Citra Bhakti, Kang RinSo tidak bosan-bosannya mengingatkan seluruh peserta untuk tetap menjalankan prokes dalam rangka mencegah penularan Covid-19, terlebih di beberapa daerah di Sumedang kembali muncul kasus. Sebagai bentuk kepedulian dalam penanganan Covid-19 agar pandemi segera berakhir, di akhir sosialisasi Kang RinSo kembali memberikan bantuan masker kain.(rik)