Upgrading Seluruh Guru, Tendik dan Karyawan, Sekolah Insan Sejahtera Gelar Workshop Etika dan Budaya Kerja

oleh -
WORKSHOP: Praktisi bisnis dan juga entrepreuneur Arif Respati, ST saat menyampaikan materi dalam workshop yang digelar Sekolah Insan Sejahtera Sumedang yang berada di Perumahan Kampung Toga, Selasa (5/1/2020).

KOTA, RADAR SUMEDANG.ID--Sekolah Insan Sejahtera Sumedang menggelar workshop bertajuk “Etika dan Budaya Kerja Sekolah Insan Sejahtera”, Selasa (5/1/2020) di Masjid Solahudin Al-Ayyubi Lt.2.

Dalam workhsop yang diikuti seluruh guru, tenaga kependidikan dan karyawan di lingkungan Sekolah Insan Sejahtera ini menghadirkan dua orang narasumber. Pada sesi pertama bertindak sebagai narasumber Arif Respati ST yang juga seorang praktisi bisnis dan entrepreuneur menyampaikan materi dengan tema The Winner Mindset.

Sementara pada sesi kedua diisi oleh narasumber yang juga Pembina Yayasan Mitra Insan Sejahtera H Harwanto, Ak, MM., CA mengangkat tema Budaya Etika dan Budaya Kerja Insan Sejahtera.

Ketua Yayasan Pendidikan Mitra Insan Sejahtera Hj. Yani Citraeni, S.E., M.MPd menuturkan tujuan digelarnya workshop tersebut lebih kepada penanaman nilai-nila budaya kerja dan budaya organisasi di lingkungan sekolah Insan Sejahtera.

“Mengingat pentingnya penanaman budaya kerja dan budaya organisasi yang harus dipahami oleh seluruh civitas untuk tercapainya visi dan misi Sekolah Insan Sejahtera saat ini dan masa yang akan datang,” ungkap Umi Yani, sapaannya, kemarin.

Umi Yani berharap dengan digelarnya workshop ini bertepatan di awal memasuki semester genap tahun ajaran 2020/2021 ini mampu menjadi muatan untuk meningkatkan kapasitas para guru, tendik dan karyawan Sekolah Insan Sejahtera.

“Setelah cukup lama libur semester ganjil, dengan adanya workshop ini diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja dengan mengimplementasikan budaya kerja di Sekolah Insan Sejahtera ini, insya Alloh seluruh budaya kerja yang telah lama dikembangkan jika diimplementasikan bisa mencapai tujuan bersama organisasi atau sekolah,” tandasnya. (rik)