Tak Semua Lahan Layak Dibangun dan Ditinggali

oleh -

CIMANGGUNG, RADARSUMEDANG.ID – Gubernur Jawa Barat Moch Ridwan Kamil menilai bahwa longsor yang terjadi di Dusun Bojongkondang Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung
terjadi sekitar pukul 15.00 WIB Sabtu (09/01) kemarin, saat hujan deras berada dilokasi dengan kemiringan yang cukup curam.

“Kondisi bangunan tersebut jika dilihat tidak layak untuk dihuni dan ini menjadi peringatan kewaspadaan tidak sesederhana boleh tidak boleh tapi kita sebagai masyarakat dan pemerintah harus sama-sama bekerjasama karena tidak semua lahan itu layak untuk ditinggali,” ucap Gubernur didampingi Kapolda Jabar, Bupati Sumedang, Wakil Bupati Sumedang dan Sekda Sumedang.

Gubernur menambahkan, longsor tersebut terjadi beberapa kali dan dua-duanya mengalami fatalitas diperkirakan longsor pertama menelan korban sebanyak 8 orang, longsor kedua korban prioritas penolong tahap pertama termasuk Danramil Cimanggung, Personil BPBD Sumedang, Kasi Trantib Kecamatan Cimanggung dan relawan sebanyak 11 orang.

“Jumlah korban diperkirakan diatas 20 orang orang karena kemungkinan masih ada warga yang sedang kita hitung, saya tidak bisa memperkirakan berapa jumlahnya karena ada 3 orang yang selamat, 12 orang meninggal dan 8 orang hilang. Kira-kira diatas 20 tapi belum bisa dikonfirmasi secara utuh,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sesuai SOP Basarnas bersama BPBD baik lokal maupun provinsi sudah bergerak dan minta media juga menyesuaikan jangan berada dilokasi rawan karena kalau hujan sudah ada laporan retahan-retahan tanah masih terjadi, maka sesuai protokol Kapolda Jabar dan jajaran telah mengevakuasi diradius yang rawan ini yang lebih aman.

“Korban longsor yang selamat langsung kepada keluarganya, dan ada juga yang dievakuasi dibangunan sekolah dasar,” tambahnya.

Ia berharap, mohon kerjasamanya memberikan ruang kepada petugas agar secepatnya memberikan pertolongan kepada para korban longsor. (tha).