Menjadi Guru di Abad 21 Harus Seperti Apa?

oleh -
Kepala Kemenag Sumedang H Jajang Apipudin saat mengisi materi dalam webinar

KOTA, RADARSUMEDANG.ID–Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 hingga sekarang masih berlangsung telah mempengaruhi segala sendi kehidupan manusia termasuk dalam bidang pendidikan di tanah air.

Menyikapi adanya pandemi dan perubahan cepat dengan adanya revolusi industri 4.0 atau era disrupsi menuntut dunia pendidikan untuk berbenah dan mengikuti sistem pendidikan di abad 21 ini.

“Bagaimana pula dengan pendidikan Islam di abad 21 sekarang ini, tentu saja harus mengikuti arus perubahan cepat ini, jika tidak bisa ketinggalan jauh. Pertama yang harus dilakukan adalah merubah paradigma berpikir,” terang Ketua Pokjawas Madrasah Provinsi Jawa Barat, H. Abdul Ajid, M.Ag saat menyampaikan materi dalam webinar melalui Zoom Meeting yang digelar Kemenag Sumedang, Kamis (4/2/2021).

Dalam webinar yang diikuti guru madrasah sekitar 380 orang tersebut, H Abdul Ajid menegaskan perlu perubahan mendasar dalam dunia pendidikan, meliputi strategi dan proses pembelajaran, manajeman ruang kelas dan sekolah, manajemen pembelajaran berbasis teknologi dan perlunya penguatan kompetensi guru di abad 21 ini.

Ketua Pokjawas Jabar H Abdul Ajid, MAg

“Di abad 21 menuntut strategi dan proses pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan gaya belajar siswa dalam lingkungan dan struktur pembelajaran yang lebih fleksibel,” ujarnya.

Siswa belajar lanjut Abdul Ajid harus sesuai dengan jenis intelegensi/kemampuannya di tempat dan dengan tempo belajar yang tepat dengan mengkombinasikan materi pembelajaran dalam urutan yang customized.

“Sistem moduler, bukan dengan monolithic architecture. Guru berperan sebagai coaches dan arsitek materi pembelajaran. Strategi dan proses pembelajaran abad 21 menuntut pengalaman belajar siswa yang customized and tailored learning melalui pendekatan student-centric secara daring yang dapat memotivasi semua siswa untuk belajar,” urainya.

Dalam manajemen ruang kelas dan sekolah pada abad 21 menuntut manajemen ruang sekolah yang lebih terbuka, dengan terciptanya ruang yang terbagi dalam ruang organisasi, ruang informasi, dan ruang fisik.

Dalam manajemen pembelajaran, menurut Abdul Ajid, dibutuhkan inovasi teknologi digital yang seakan memaksa guru dan manajer pendidikan untuk mendayagunakannya teknologi mutakhir dalam mencari terobosan manajemen dan proses pendidikan.

“Dalam pembelajaran harus menggunakan aplikasi yang dapat meminimalkan masalah dalam manajemen dan memaksimalkan waktu dan proses pembelajaran. Teknologi sumber belajar, Teknologi on-line learning, Teknologi manajerial,” terangnya lagi.

Moderator webinar H Budiman, SPd, MM

Sementara itu, sebelumnya Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumedang H. Jajang Apipudin, M.Ag menyambut baik dengan digelarnya webinar dengan tema peran guru dalam pendidikan Islam di Abad 21 dewasa ini.

Dalam arahannya, Kepala Kemenag menekankan dunia pendidikan Islam khususnya jangan sampai tertinggal dengan kemajuan pesat di tengah era disrupsi sekarang ini. “Untuk itu di era revolusi industri atau revolusi digital sekarang ini kompetensi guru harus mendapatkan penguatan lagi. Guru harus terus berinovasi secara berkelanjutan, bukan hanya bekerja lebih baik tetapi mencari cara baru yang lebih efektif dalam mencapai hasil pendidikan,” jelas Kepala Kemenag.

Begitupun peran guru di Abad 21, sambung Kepala Kemenag tidak hanya sebagai penyampai informasi tetapi guru juga harus menanamkan nilai-nilai universal dan karakter.

“Guru harus berperan sebagai instruktur untuk memberikan cara berbeda dalam pembelajaran, guru harus menjadi desainer teknologi pembelajaran, kemudian mengembangkan kemampuan non kognitif siswa, mengembangkan berpikir kritis dan penyelesaian masalah dan menjadi pemimpin dalam pembelajaran,” jelasnya.

Di akhir webinar yang dimoderatori Kepala MA Plus AL Munir Sumedang H Budiman, S.Pd, MM ini diakhiri dengan dialog interaktif antara peserta dan para narasumber. Selain Ketua Pokjawas Madrasah Jabar webinar juga menghadirkan narasumber lainnya seperti Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Sumedang Drs. Suwarno.(rik)