Keberhasilan Bupati Sumedang Diakui di Tingkat Nasional

oleh -
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir (kedua kanan bawah) meraih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2021 (Sumber foto: net)

Raih Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat 2021

KOTA, RADARSUMEDANG.ID–Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat telah menetapkan sepuluh nama Bupati/ Wali Kota yang terpilih untuk meraih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2021 pada acara puncak Hari Pers Nasional 2021 di Jakarta, Selasa 9 Februari 2021 besok.

Dari sepuluh nama yang terpilih, tiga diantaranya merupakan pemimpin daerah di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Mereka adalah Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Majalengka Karna Sobahi. Bersama tujuh kepala daerah lainnya, para bupati/wali kota tersebut masing-masing dinilai memiliki strategi jitu dalam memajukan kebudayaan daerahnya.

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPRD Kabupaten Sumedang H Endang T F R mengapresiasi dan menyambut gembira atas anugerah kebudayaan PWI Pusat 2021 kepada Bupati Sumedang yang merupakan kader terbaik PPP Sumedang.

“Kami segenap keluarga besar PPP Sumedang mengapresiasi dan menyambut gembira, anugerah ini menjadi sebuah torehan prestasi Bupati Sumedang di tingkat nasional yang telah mampu membawa perubahan melalui pendekatan local wisdom di Kabupaten Sumedang,” terang H Endang, kemarin (7/2/2021).

Lebih lanjut, H Endang menyampaikan terimakasih kepada PWI Pusat dan juga PWI Sumedang yang telah bersinergi dengan Pemkab Sumedang dalam mendukung program-program pembangunan yang dicanangkan Bupati dalam Sumedang Simpati (Sejahtera, Maju, Agamis, Profesional dan Kreatif).

“Semoga dengan anugerah ini menjadi pendorong Pemkab Sumedang untuk lebih banyak lagi meraih torehan-torehan prestasi lainnya yang membanggakan bagi masyarakat Sumedang dan visi Sumedang Simpati terwujud,” harapannya.

Sebelumnya seperti diberitakan sejumlah media PWI Pusat telah melakukan penilaian terhadap sejumlah kepala daerah di Tanah Air. Tim Juri PWI Pusat memandang 10 kepala daerah yang terpilih melakukan pendekatan budaya dalam menghadapi gejala umum bahwa kaum milenial kurang menyukai kebudayaan daerah.