Hari Pers Nasional 2021, Momentum Insan Pers Perkuat Jatidiri

oleh -
Sekretaris F-PKS DPRD Jawa Barat H Ridwan Solichin SIP MSi

JATINANGOR, RADARSUMEDANG.ID–Bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang ke-75 pada tahun 2021 ini menjadi hal yang berbeda lantaran masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Insan pers memiliki tanggungjawab besar, selain dituntut menyajikan berita yang berisi informasi yang berkualitas juga harus mampu mempertahankan eksistensinya di tengah “lembayung senja” yang menghampiri bisnis media akhir-akhir ini.

“Saya rasa insan pers akan terus dibutuhkan, sebab jurnalisme tidak akan pernah mati, yang hilang tumbuh berganti hanya bisnisnya saja, jurnalismenya tidak akan pernah mati. Tinggal bagaimana industri media kedepan bisa menemukan jalannya untuk menjaga eksistensinya,” terang Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat H. Ridwan Solichin, S.IP, M.Si, kemarin (8/2/2021).

Menurut anggota dewan yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut, di era digitalisasi saat ini, seorang jurnalis harus bisa menciptakan sebuah karya jurnalistik yang membangun dan menangkal hoaks. Seorang jurnalis juga harus mampu menyampaikan informasi sesuai fakta di lapangan, tanpa membuat sebuah opini yang bisa menggiring dan memperkeruh suasana.

“Media yang sehat harus terdepan dalam menjaga demokrasi dan menangkal hoaks. Sebab, hoaks bisa berdampak luas dan bisa memecah-belah masyarakat dan mengganggu kamtibmas,” tegas politisi muda yang familiar disapa Kang RinSo.

Untuk memaknai HPN ke-75 pada tahun ini insan pers juga membutuhkan perlindungan terhadap kasus kekerasan yang terkadang masih terjadi dan luput dari perhatian. Semestinya, peringatan HPN yang sudah sejak lama ditetapkan menjadi momentum perjuangan kebebasan pers dan kebebasan ekspresi menuju pemerintahan yang demokratis.

“Peringatan HPN yang digelar setiap tahun harus dijadikan koreksi atau evaluasi baik bagi jurnalis itu sendiri maupun perusahaan media. Semoga kedepan tidak ada lagi kekerasan kepada para jurnalis di lapangan saat melaksanakan tugasnya yang sesuai dengan kode etik jurnalistik,” harapnya.

Kang RinSo yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Aspirasi F-PKS DPRD Jawa Barat ini, mengingatkan pada HPN tahun ini, agar insan pers tetap memegang teguh independensi dan netralitas dalam setiap kondisi apapun.

“Karena memang media menjadi salah satu pilar demokrasi bangsa dan jembatan informasi yang akan dikonsumsi masyarakat untuk tetap menjaga netralitasnya dalam mencerdaskan masyarakat,” sarannya.

Selain memang insan pers dalam bekerja dilindungi Undang Undang Pokok Pers dan harus mematuhi Kode Etik Jurnalistik, Kang RinSo juga mengingatkan insan pers untuk ikut menerapkan konsep 3E+1N.

“Yaitu Educate atau memberikan pendidikan, Enlightment atau memberikan pencerahan, kemudian EMPOWERING atau memberdayakan, dan Nasionalisme yang harus juga ikut disebarkan dalam karya-karya jurnalistik saat ini,” paparnya.

Konsep 3E+1N ini pula bisa diterapkan ditengah situasi pandemi saat ini. Dengan educate, insan pers memberikan edukasi bagi masyarakat tentang segala hal terkait Covid-19 yang valid. “Dengan enlightment, di tengah banyak hoaks pers harus mampu menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya,” tukasnya.

Dalam kapasitasnya pers yang memberikan empowering mampu menjadikan masyarakat sebagai agen perubahan dan ikut menyebarkan kabar positif yang menggerakan masyarakat lainnya untuk melakukan perubahan perilaku.

“Begitu juga dengan semangat nasionalisme pers bisa menyerukan masyarakat agar mau menyukseskan program vaksinasi sebagai bagian dari perang melawan Covid-19. Pers jujur, berimbang dan berintegritas adalah Pilar Indonesia yang kokoh, Selamat Hari Pers Nasional,” pungkasnya.(rik)