Dewan Provinsi Ajak Pelaku Wisata Terus Berinovasi di Tengah Pandemi

oleh -
Anggota Komisi 1 DPRD Jawa Barat H Ridwan Solichin (duduk kedua dari kiri) berfoto bersama dengan jajaran pengelola destinasi wisata Saung Injuk Majalengka, baru-baru ini.

MAJALENGKA, RADARSUMEDANG.ID—Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin, S.IP, M.Si mengajak para pelaku pariwisata di Jawa Barat untuk kembali bangkit setelah sekian lama terpuruk karena pandemi Covid-19. Menurut anggota legislatif dari Fraksi PKS DPRD Jawa Barat ini, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor tumpuan dalam menyumbang PAD dari bidang ekonomi kreatif.

“Setelah sempat terpuruk karena pandemi Covid-19, saat ini sedikit demi sedikit dengan adanya regulasi yang jelas bagaimana pengelolaan pariwisata di masa adaptasi kebiasaan baru diharapkan para pelaku pariwisata bisa kembali bergairah,” ujar politisi muda yang karib disapa Kang RinSo saat didaulat menjadi pembicara tentang pengembangan destinasi wisata di kawasan destinasi wisata Saung Injuk, Desa Cipulus, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, baru-baru ini (31/3/2021).

Dalam acara yang dihadiri unsur pemerintahan desa yang juga sebagai pengelola kawasan destinasi wisata Saung Injuk, Kang RinSo menyampaikan setelah sekian lama banyak destinasi wisata ditutup dan perlahan mulai dibuka dengan ketentuan penerapan prokes, pengelola pariwisata dituntut untuk segera mempersiapkan strategi kedepan pasca wabah pandemi Covid-19 ini.

“Di masa pandemi ini meskipun sudah dibuka dengan segala batasannya harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mempersiapkan berbagai inovasi yang adaptif dengan pandemi, misal menyiapkan paket wisata virtual, melengkapi kebutuhan promosi dengan memaksimalkan seluruh platform media sosial, dan banyak lagi inovasi lainnya,” terangnya.

Sekretaris F-PKS DPRD Jabar ini mengajak para pelaku wisata agar dengan adanya pandemi Covid-19 ini tidak mengurangi semangat dalam membangun desa melalui pengembangan sektor pariwisata.

Usai mengisi acara dari Saung Injuk, dewan asal Dapil Jawa Barat XI (Sumedang Majalengka Subang) ini meninjau langsung salah satu sekolah di Talaga Cikijing (SDIT Mutiara Hati) yang mengalami musibah longsor.

“Sebaliknya kesempatan di masa pandemi ini menjadi kesempatan baik bagi pengelola desa wisata untuk melakukan upaya perbaikan fasilitas, peningkatan pelayanan, keterampilan, maupun melakukan inovasi seperti yang dilakukan beberapa desa wisata di Tanah Air yang sudah sukses mengembangkan wisata desa di masa pandemi lahirnya berbagai inovasi baru,” tandasnya.

Sebut saja desa wisata Nglanggeran di Yogyakarta yang mampu bertahan di tengah pandemi ini dengan tetap melakukan pengelolaan dan memberikan layanan wisata. “Kunjungan wisata langsung ditutup sementara, namun dengan memberikan jasa wisata virtual dengan bekerjasama dengan sejumlah pihak yang menyediakan layanan virtual tersebut,” ungkap Kang RinSo.

Sebagai bagian dari pemerintahan di Jawa Barat, pihaknya tetap mengingatkan agar sejumlah destinasi wisata tidak memasang target kunjungan wisatawan. “Yang perlu dilakukan sejumlah desa wisata juga adalah ikut serta meningkatkan kesadaran sekaligus pelayanan dalam penerapan protokol kesehatan dalam bidang pariwisata,” pesannya. (rik)