Hj. Ratieh Sanggarwaty Ingatkan Pentingnya Jaga Persatuan Bangsa

oleh -

KOTA–Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PPP Hj. Ratieh Sanggarwaty kembali menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan bersama 200 peserta yang berasal dari Majlis Taklim Mar’atus Sholihah bertempat di Aula IPP Pemkab Sumedang, baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu Hj. Ratieh kembali memberikan pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurut mantan model nasional itu, pemerintah dan masyarakat harus  mendukung seoptimal mungkin semua upaya yang dilakukan dalam mensosialisasikan ke empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

“Apalagi di tengah tantangan saat ini seperti globalisasi, paham radikalisme, dan benih-benih anti Pancasila harus menjadi perhatian bersama, terlebih dalam kondisi kebangsaan saat ini seakan Pancasila selalu menjadi sasaran,” papar Hj Ratieh.

Hj. Ratieh menegaskan kepada masyarakat untuk tidak main-main dengan dasar dan haluan negara Indonesia. ” Perdebatannya sudah selesai dengan disepakatinya Pancasila dan UUD 1945 oleh para pendiri bangsa ini. Tidak ada lagi setiap elemen bangsa ini yang main-main dengan empat pilar kebangsaan ini. Janganlah mencoba jalur kiri atau jalur kanan, tetapi harus kukuh pada landasan Pancasila sebagai ideologi negara,” amanatnya.

Sementara itu terkait pentingnya sosialisasi itu disampaikan, Hj Ratieh mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu metode efektif untuk mensosialisasikan tentang Empat Pilar Kebangsaan, yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini harus terus disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia termasuk kepada para seluruh muslimah yang tergabung dalam Majlis Taklim Mar’atus Sholihah agar bisa mendalami nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mengimplementasikan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya seraya memgajak untuk terus menjunjung  tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).