Bappenda Berharap Masyarakat Patuh Bayar Pajak

oleh -
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat menyampaikan sambutannya pada peresmian Kantor baru Bappenda Banjar dan Sumedang di Bandung, baru-baru ini.

KOTA–Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan dua kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) di wilayah Jabar, Selasa (19/3). Kedua kantor itu di antaranya, Banjar dan Sumedang yang kini mulai rampung di sekitar Jalan Prabu Gajah Agung, berdampingan dengan Kantor BPJS Ketenegakerjaan.

Menurut Emil, kedua bangunan Bappenda tersebut terlihat maju dan futuristik. Emil pun berharap dengan diresmikannya gedung baru P3D atau lebih dikenal dengan Samsat ini, diharapkan akan memberikan kemudahan masyarakat Sumedang dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

“Nantinya pelayanan Bappenda kepada masyarakat, akan ditingkatkan dengan sistem serba digitalisasi dan cashless. Jadi bisa dibilang bangunan baru, semangat baru, dan inovasi baru,” ujar Emil dalam sambutannya.

Harapan yang sama disampaikan Sekretaris Bappenda Kabupaten Sumedang Asep Darmawan. Menurut Asep, keberadaan kantor baru ini akan memberikan keleluasaan, karena daya tampung kantor ini bisa memuat hingga 500 wajib pajak per hari.

“Mudah-mudahan bisa menampung wajib pajakĀ  sekitar 308.757 kendaraan yang ada di Sumedang. Jumlah itu terdiri dari 277.965 roda dua dan 30.792 roda empat,” kata Asep saat dikonfirmasi Radar Sumedang di Kantor Bappenda Sumedang, Rabu (20/3).

Disamping itu, kata Asep, potensi tersebut bisa memberikan pendapatan dari bagi hasil pajak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp 24,6 Miliar dan BBNKB sebesar Rp 20,5 Miliar pada target tahun 2019.

Oleh sebab itu, sedikitnya ada empat cara untuk mengejar target tersebut, di antaranya dengan memanfaatkan Samsat J’bret atau Samsat Jawa Barat Ngabret, yaitu cara mudah melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan.

Pembayaran bisa dilakukan di jaringan elektronik (ATM, SMS, dan bjb Digi) serta channel layanan yang telah bekerja sama dengan bank bjb di seluruh Indonesia, diantaranya Indomaret, Alfamart, Tokopedia, Bukalapak, Kaspro (fintech) dan channel payment point online bank (PPOB).