Spirit Perempuan Pejuang Kembali Menggema di Milad ke-31 An-Nuur

oleh -
KUDA RENGGONG: Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nuur yang juga caleg DPR RI nomor urut 2 dari PKB 'ngibing' sambil menunggangi Kuda Renggong bersama warga dalam Milad ke-31 An-Nuur Sumedang, Minggu (7/4/2019)

SUMEDANG—Peringatan Milad ke-31 Yayasan Pesantren An-Nuur Sumedang berlangsung semarak dengan beragam acara. Dari mulai khitanan massal yang diikuti 70 orang anak, pentas kesenian kuda renggong, mancing mania dan ‘ngoyak balong’.

Sejak pukul 07.00 pagi warga sekitar dan juga perwakilan masyarakat dari tiga kabupaten (Sumedang, Subang dan Majalengka) mulai berdatangan ke Pondok Pesantren An Nuur Sumedang dan ke kediaman Hj Lilis Santika di Lingkungan Lembur Situ Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara tidak jauh dari Kantor KBIH An Nuur Sumedang di Jalan Prabu Gajah Agung (By Pass) No 33.

Pimpinan Yayasan Pesantren An-Nuur Hj. Lilis Santika mengatakan peringatan Milad ke-31 Yayasan Pesantren An-Nuur Sumedang tahun ini sengaja dimajukan pada 7 April 2019.

“Untuk tahun sekarang sengaja kami majukan di bulan April dengan segala pertimbangan tentunya. Tahun sebelumnya rutin diperingati pada setiap 8 Agustus,” ungkap Hj Lilis, Minggu (7/4/2019).

Untuk rangkaian acara, lanjut anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini tetap dibalut dengan kegiatan sosial dan seni budaya.

“Alhamdulillah selain diisi acara doa bersama juga sebagai bentuk kepedulian yayasan setiap tahunnya tetap digelar kegiatan sosial seperti khitanan massal,” sebutnya.

Berbeda dari sebelumnya, pada peringatan Milad sekarang di pelataran kediaman Hj Lilis digelar pentas seni budaya kuda renggong.

“Sengaja digelar sebagai bentuk dukungan atas berhasilnya upaya kami di DPR RI untuk turut mendorong Kuda Renggong agar ditetapkan sebagai HAKI (hak atas kekayaan intelektual) milik Kabupaten Sumedang. Jangan sampai kuda renggong warisan khasanah budaya asli Sumedang ini diklaim oleh daerah lain,” tandasnya.

Pada kesempatan itu juga Hj Lilis yang kembali mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI nomor urut 2 dari PKB ini tidak sungkan menari sambil menunggangi kuda renggong.

“Sebagai pelipur lara dan kecintaan dan kerinduan Saya untuk ‘ngibing’ bersama masyarakat Sumedang bersama Linggajaya (grup kesenian kudang renggong, red),” ucap Hj Lilis.

Puluhan orang tumplek ikut menari dengan iringan musik gamelan Sunda dari kelompok seni Mamah Goler asal Linggajaya Kecamatan Situraja. “Pilih pilih yu pilih… Bu Hajah Lilis Santika, Colok colok yu colok… tong hilap nomor dua,” senandung Mamah Goler dengan iringan musik gamelan ritmis.

Sembari mengacungkan senjata khas Nanggroe Aceh Darussalam, rencong, di atas kuda renggong Hj Lilis memekikan ajakan kepada para pendukungnya untuk mencoblos caleg DPR RI dari PKB nomor urut 2 pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

“Dengan spirit Ratu Pucuk Umun, spirit Putri Harisbaya, spirit Nyi Subanglarang, kita para perempuan pasti bisa,” pekik Hj Lilis disambut riuh tepuk tangan pendukung.

Sebagian warga sekitar juga asyik menangkap ikan di kolam yang berada di samping kediaman Hj Lilis yang telah disebar sekitar 50 Kg ikan mas. Sementara itu khusus untuk para penghobi mancing mania, juga disediakan spot memancing ikan di kali di depan kediaman Hj Lilis yang juga telah disebar ikan mas. (rik)