Ribuan Warga Sumedang Deklarasi Menolak Kerusuhan

oleh -
KOTA – Ribuan warga Sumedang mendeklarasikan diri menolak kerusuhan, menjalin persatuan dan kesatuan, serta menjaga kondusifitas wilayah Sumeang. Deklarasi dipimpin langsung unsur Forkopimda, pada rangkaian Hari Bhayangkara ke-73 di Alun-alun Sumedang, Minggu (23/6).
“Mari membulatkan niat dan tekad menolak kerusuhan, karena jika negeri ini tidak aman, maka akan berdampak terganggunya aktivitas,” ujar Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.
Bupati menuturkan, selama ini situasi wilayah hukum Sumedang selalu kondusif. Ia pun mengajak seluruh warga Sumedang menjaga situasi tersebut.
“Begitu pula menjelang keputusan sidang MK terkait Pemilu, saya percaya warga Sumedang bisa menerima dan menghormati apapun keputusan MK nanti,” ujarnya.
Dalam sambutannya, bupati mengucapkan terimakasih pada jajaran TNI-Polri yang sudah menjaga situasi kamtibmas, khususnya di wilayah hukum Sumedang.
Sementara itu, Dandim 0610/ Sumedang Lekol. Arh. Novianto Firmasnyah memastikan sinergitas TNI-Polri akan tetap kuat.
“Saya memastikan sinergitas antara TNI dan Polri semakin kuat, khususnya antara Kodim dan Polres Sumedang semakin kompak dalam menjaga situasi kamtibmas,” ujarnya.
Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo juga menyebut sinergitas TNI dan Polri semakin meningkat.
Meski demikian ia juga menghimbau, khususnya warga Sumedang, agar bisa menerima apapun keputusan MK, terkait sidang PHPU.
“Jadi mari kita bersama menjaga situasi kamtibmas, sebagai warga yang baik kita tolak cara-cara kerusuhan, karena itu bukan solusi. Tidak perlu ikut-ikutan sidang MK,” ujarnya.
Selain deklarasi dan penandatanganan menolak kerusuhan, dalam acara itu juga digelar khitanan massal yang diikuti 30 anak, pemeriksaan kesehatan gratis, senam bersama, dan door prize, dengan hadiah utama 2 unit motor. (gun)
oleh